Berita

Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCP), Hasan Nasbi di Kantor PCO, Gedung Kwarnas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Februari 2025/RMOL

Politik

Istana Pastikan KIP dan Beasiswa Kuliah Aman dari Efisiensi Anggaran

JUMAT, 14 FEBRUARI 2025 | 14:08 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak akan mengganggu jalannya sektor pendidikan. 

Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCP), Hasan Nasbi menepis isu yang beredar bahwa pemangkasan anggaran sebesar Rp327 triliun mengakibatkan pengurangan pada layanan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan ketersediaan beasiswa perguruan tinggi.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu sektor penting yang amat menjadi perhatian Prabowo, terbukti dari pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) dan perbaikan ribuan sekolah di Indonesia. 


Untuk itu, kata Hasan, efisiensi anggaran tidak akan menyentuh layanan publik penting seperti KIP dan beasiswa. 

"Pemerintah memastikan bahwa layanan pendidikan yang seperti apa misalnya, daya operasional perguruan tinggi itu tidak akan terdampak. KIP tidak akan terdampak. Beasiswa-beasiswa akan dilanjutkan," kata Hasan di Kantor PCO, Gedung Kwarnas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Februari 2025. 

Ditegaskan Hasan, gaji pegawai dan layanan publik bukan termasuk dari kriteria yang terkena efisiensi. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir kualitas pendidikan akan menurun karena efisiensi. 

"Jadi layanan-layanan pendidikan ini merupakan bagian dari layanan publik. Jadi percayalah bahwa kalau yang dikhawatirkan adalah biaya kuliah, kalau yang dikhawatirkan adalah soal KIP kuliah," tegasnya.

Hasan meminta agar masyarakat jangan mudah percaya pada isu yang digoreng bahwa dana pendidikan terganggu efisiensi anggaran pemerintah. 

"Jadi kalau ada informasi bahwa misalnya layanan pendidikan ini terdampak efisiensi, itu tidak benar,"  pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya