Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Greenback Melemah setelah Data Inflasi AS

JUMAT, 14 FEBRUARI 2025 | 08:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Laporan harga produsen Januari membuat Dolar AS melemah.  

Data indeks harga produsen (PPI) yang dirilis Kamis 13 Februari 2025 mengindikasikan bahwa inflasi inti PCE - ukuran yang digunakan Federal Reserve - kemungkinan akan lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya untuk periode Januari ketika dirilis akhir bulan ini.

Laporan harga produsen muncul setelah Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk periode Januari jauh lebih tinggi dari estimasi, mendorong trader memperkirakan lebih sedikit penurunan suku bunga tahun ini.


Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) akan dirilis 28 Februari. Ekonom Morgan Stanley merevisi ekspektasi inflasi inti PCE untuk Januari menjadi 0,3 persen, dari 0,4 persen, setelah data PPI. 

Dikutip dari Reuters, indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang, merosot 0,61 persen menjadi 107,25. Ini adalah level terendah sejak 27 Januari. 

Yen Jepang terdongkrak 1,05 persen versus greenback menjadi 152,8 per Dolar AS.

Euro juga menguat 0,58 persen menjadi 1,0442 Dolar AS. 

Selain Euro, mata uang Eropa lainnya termasuk franc Swiss, krona Swedia, dan krone Norwegia juga menguat, dipicu oleh optimisme bahwa perang Rusia dan Ukraina akan berakhir. 

Trump membahas perang di Ukraina pada Rabu melalui percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ini adalah langkah besar pertama Trump menuju diplomasi atas perang yang telah dijanjikannya untuk diakhiri.

Dolar AS sempat memangkas kerugian sebelum jatuh ke level yang lebih rendah setelah Presiden Donald Trump mengatakan akan mengenakan tarif timbal balik pada setiap negara yang mengenakan bea atas impor Amerika.

Tarif tersebut kemungkinan mulai diterapkan dalam beberapa minggu ke depan saat tim perdagangan dan ekonomi Trump mempelajari tarif bilateral dan hubungan perdagangan. 

Poundsterling menguat setelah data menunjukkan ekonomi Inggris secara tak terduga tumbuh 0,1 persen pada kuartal terakhir tahun lalu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya