Berita

Kolase foto Rocky Gerung dan IKN/RMOL

Politik

Rocky Gerung:

IKN Memang Harus Terbengkalai

JUMAT, 14 FEBRUARI 2025 | 04:04 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Keberlanjutan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai warisan rezim Joko Widodo (Jokowi) terus menjadi polemik di pemerintahan Prabowo Subianto saat ini.

Terlebih, pemerintahan Prabowo baru-baru ini juga telah mengeluarkan kebijakan efisiensi yang berdampak pada pemangkasan anggaran di berbagai sektor.

Pemerhati politik Rocky Gerung meminta Prabowo untuk mengevaluasi total peninggalan kebijakan Jokowi yang tidak bermanfaat.
   

   
“Pak Prabowo harus mengevaluasi mana yang primer, artinya dipastikan oleh konstitusi, mana yang sekunder, artinya kebutuhan yang memungkinkan Indonesia tumbuh sesuai dengan keinginan 8 persen, mana yang tersier yang dianggap sebagai proyek-proyek pencitraan,” ujar Rocky dikutip dalam kanal Youtube pribadinya, Kamis malam, 13 Februari 2025. 

Menurut akademisi yang pernah disebut-sebut sebagai mentor politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu, sudah semestinya proyek tersier seperti IKN untuk dihentikan total oleh Prabowo. 

“Tidak ada kepentingan sebetulnya dari 10 tahun lalu untuk memindahkan ibukota dan itu ambisi dari Presiden Jokowi, itu yang memang harus dibatalkan habis-habisan, kalau konsekuensinya terbengkalai, ya memang harus terbengkalai,” tegasnya.

Menurut aktivis yang pernah dikriminalisasi di era Jokowi itu, jika pemerintahan Prabowo masih memberi kesan akan dilanjutkan sementara pemangkasan anggaran terjadi di sektor lain, maka bisa berakibat fatal buat rakyat. 

“Kalau ada pemberian anggaran pada IKN, akibatnya adalah wilayah seperti perlindungan HAM, pendidikan, perbaikan gizi, pemeliharaan kesehatan itu jadinya drop kan,” ungkap dia.

Masih kata Rocky, dampak selanjutnya ialah ekonomi yang lesu ditandai dengan PHK besar-besaran di berbagai daerah. 

“Mengapa pemerintahan sebelumnya membuat APBN yang masih berantakan tetapi masih ingin membiayai proyek-proyek yang disebut strategis, proyek-proyek mercusuar, kan itu yang mesti diterangkan pada publik kan? Jadi yang kita sebut rasa keadilan itu harus dibaca sebagai protes terhadap sistem yang menyebabkan mereka memperoleh ketidakadilan,” bebernya.

“Sistem itu apa? Ya sistem penganggaran? Penganggaran itu apa? Penganggaran itu kan ada bagian untuk melayani kepentingan publik,” tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya