Berita

Ilustrasi

Tekno

India Pasang Target, 2035 Jadi Pusat Semikonduktor Dunia

KAMIS, 13 FEBRUARI 2025 | 12:17 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

India tengah bergerak maju untuk menjadi pusat semikonduktor global guna memenuhi visi Perdana Menteri Narendra Modi menjadikan negara tersebut sebagai pusat manufaktur semikonduktor pada tahun 2035.

Semikonduktor atau chip merupakan komponen penting dari perangkat elektronik, mulai dari telepon pintar dan laptop hingga mobil.

Tujuan ambisius Modi, seperti dikutip dari IOL. mengharuskan negara tersebut untuk menghentikan ketergantungannya pada impor lebih dari 90 persen semikonduktor dengan membangun ekosistem domestik. Hal ini juga merupakan bagian dari upaya negara terpadat di dunia untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja.


“India berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur dan keahlian teknis untuk mencapai tujuannya menjadi pusat semikonduktor dalam dekade berikutnya. Negara ini juga meluncurkan program insentif senilai 10 miliar dolar AS, yang mencakup hingga 50 persen dari biaya proyek, untuk menarik pemain global,” tulisnya.

Salah satu proyek andalan India adalah India Semiconductor Mission (ISM) yang dinilai sebagai sebuah langkah strategis untuk membangun ekosistem semikonduktor yang kuat, yang penting untuk memberi daya pada semua perangkat elektronik di India.

India belajar dari rantai pasokan semikonduktor global yang rapuh saat pandemi Covid-19 yang lalu. ISM yang berada di bawah naungan Digital India Corporation diluncurkan tahun 2022 untuk mengkatalisasi kemampuan manufaktur, pengemasan, dan desain semikonduktor. India juga menawarkan paket yang menguntungkan untuk mendorong pendirian pabrik semikonduktor dan fabrikasi layar.

Ini merupakan insentif untuk menarik pelaku industri yang signifikan dan merangsang investasi dalam infrastruktur semikonduktor India.

Perkembangan lain dalam bidang semikonduktor mencakup peluncuran tiga proyek (fasilitas fabrikasi semikonduktor, fasilitas Perakitan dan Pengujian Semikonduktor Teralihdayakan (OSAT) di Gujarat; dan fasilitas OSAT lainnya di Assam). Ini merupakan langkah besar menuju realisasi ambisi India.

Dalam artikel itu, CEO perusahaan semikonduktor Tessolve, Srini Chinamilli, mengatakan bahwa ambisi India dapat dicapai dan dia percaya bahwa India memiliki fokus yang jelas pada pengembangan infrastruktur dan memanfaatkan keahlian teknisnya yang terus berkembang, India memiliki potensi untuk bertransformasi menjadi pemain signifikan dalam ekosistem semikonduktor global.

Chinamilli juga menyambut baik investasi besar-besaran dan program insentif pemerintah. Ia mengatakan negara tersebut memiliki sekelompok insinyur yang saat ini membantu perusahaan multinasional merancang produk mutakhir, yang akan siap sedia untuk produksi semikonduktor lokal.

Meskipun India memiliki akses ke kemajuan, inovasi, dan bakat khusus terbaru melalui kemitraan internasional, negara ini juga memiliki tantangan. Menurut Chinamilli, meskipun program pengembangan keterampilan ISM dan pemerintah merupakan langkah ke arah yang benar, pengembangan keterampilan lebih lanjut dalam teknologi baru seperti semikonduktor diperlukan untuk mempercepat lintasan India menjadi pusat semikonduktor yang dicita-citakan.

“Dengan upaya berkelanjutan, India berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat semikonduktor global,” katanya.

Chinamilli menambahkan, kemitraan India dengan negara-negara seperti AS, Jepang, dan Taiwan sangat penting dalam mempercepat tujuan semikonduktornya dengan memanfaatkan keahlian teknologinya, potensi investasi, dan kemampuan manufaktur canggih.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya