Berita

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman/Ist

Politik

Legislator PKS Dorong Percepatan Jaringan Gas Rumah Tangga

SELASA, 11 FEBRUARI 2025 | 12:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, menyoroti efektivitas sistem distribusi LPG bersubsidi yang dinilai masih belum merata.

Di mana kuota nasional LPG 3 Kg ditetapkan sebesar 8,17 juta metrik ton untuk 2025. Angka ini mengalami penurunan sekitar 1,6 persen dari kuota tahun sebelumnya. 

Jakarta termasuk wilayah yang mengalami pengurangan kuota sebesar 5 persen dibandingkan 2024. Sehingga jatah distribusi LPG subsidi di ibu kota menjadi 407.555 metrik ton, atau setara 382.509 tabung per hari. 


Kondisi ini menurut Ade Suherman berkontribusi terhadap kelangkaan LPG 3 kg di berbagai wilayah Jakarta, yang memicu antrean panjang di pangkalan dan pengecer.

"Apakah distribusi sudah menggunakan data yang presisi? Seharusnya distribusi LPG 3 kg cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi tetap terjadi kelangkaan dan antrean panjang," kata Ade kepada RMOL, Selasa 11 Februari 2025.

Berdasarkan data Dinas Energi dan Ketenagakerjaan, jumlah pangkalan LPG di Jakarta sudah mencapai 5.100 unit, hampir dua kali lipat jumlah RW yang ada. 

"Jadi ini menunjukkan ada yang tidak beres dalam sistem distribusi. Apakah terjadi penyalahgunaan subsidi atau ada kendala dalam penyaluran? Ini yang harus kita evaluasi," tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendorong percepatan pembangunan jaringan gas rumah tangga agar masyarakat tidak terus bergantung pada LPG 3 kg.

"Jakarta ini menargetkan menjadi kota global di 2045, tapi bagaimana bisa disebut kota global kalau warganya masih harus antre gas melon? Infrastruktur gas rumah tangga harus menjadi prioritas agar kita tidak terus bergantung pada subsidi LPG, termasuk untuk rumah susun," paparnya.

Selain itu, Ade juga menekankan pentingnya optimalisasi energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari strategi transisi menuju green economy dan peningkatan akses energi bersih bagi masyarakat. 

Salah satu langkah konkret yang ia dorong adalah pemasangan solar panel untuk pembangkit listrik tenaga surya di gedung-gedung, baik milik pemerintah maupun swasta.

Dengan penggunaan solar panel di gedung-gedung, diharapkan pemanfaatan energi listrik untuk kebutuhan rumah tangga, termasuk memasak, dapat meningkat. 

"Saat ini, berdasarkan data BPS tahun 2021, rasio rumah tangga di Jakarta yang menggunakan listrik untuk memasak baru mencapai 1,28 persen. Ini perlu kita dorong agar lebih banyak warga beralih ke energi bersih," imbuhnya.

Selain tenaga surya, Ade Suherman juga menyinggung potensi biogas sebagai energi alternatif yang telah diterapkan oleh peternak sapi di Pancoran, Jakarta Selatan. 

"Ini contoh konkret bagaimana energi terbarukan bisa menjadi solusi bagi kebutuhan rumah tangga. Jika ini dikembangkan lebih luas, kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap LPG," tutup Ade Suherman.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya