Berita

Ilustrasi Presiden Donald Trump/RMOL

Bisnis

Efisiensi Anggaran, Trump Perintahkan Stop Produksi Koin Satu Sen

SENIN, 10 FEBRUARI 2025 | 18:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Produksi uang koin satu sen Amerika Serikat (AS) alias Penny akan dihentikan, dengan alasan efisiensi anggaran.

Seperti dikutip dari Reuters Senin 10 Februari 2025, Presiden AS Donald Trump telah menginstruksikan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk menghentikan produksi koin satu sen tersebut karena biaya produksi yang lebih tinggi dari nilai nominalnya.

"Sudah terlalu lama Amerika Serikat mencetak penny yang harganya lebih dari 2 sen. Ini sangat boros! Saya telah menginstruksikan Menteri Keuangan AS saya untuk berhenti memproduksi penny baru," tulis Trump dalam unggahan di media sosial Truth Social.


Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menghilangkan pemborosan dalam anggaran negara.

"Mari kita singkirkan pemborosan dari anggaran negara kita yang hebat, meskipun hanya satu penny," tambahnya.

Penny pertama kali diperkenalkan pada tahun 1793 dan sejak 1909 menampilkan gambar Presiden AS Abraham Lincoln di sisi depan. Namun, perdebatan mengenai kelayakan koin ini telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ekonom Henry Aaron dari Brookings Institution bahkan pernah mengusulkan penghapusan penny dan koin nikel secara bersamaan dalam tulisannya pada 2013. "Hidup akan lebih sederhana tanpa sampah moneter ini," ujarnya.

Di sisi lain, pendukung keberadaan penny berargumen bahwa koin ini membantu menjaga kestabilan harga dan berkontribusi pada kegiatan amal. Namun, bagi banyak warga Amerika, koin tersebut justru dianggap tidak lagi berguna dan hanya menumpuk di laci, asbak, atau celengan.

Meski demikian, jika penny benar-benar dihapus dari sistem keuangan, pemerintah AS kemungkinan perlu menyesuaikan harga barang dengan membulatkan angka terakhir ke nol.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya