Berita

Elon Musk/Net

Global

Elon Musk Bongkar Dugaan Penipuan 100 Miliar Dolar di Sistem Pembayaran AS

MINGGU, 09 FEBRUARI 2025 | 15:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk kembali menggemparkan dunia dengan kritik pedasnya terhadap sistem pembayaran pemerintah Amerika Serikat. 

Dalam serangkaian unggahan di platform X, Musk menyoroti adanya dugaan 'penipuan' yang merugikan negara hingga lebih dari 100 miliar dolar AS setiap tahunnya.

Musk mengungkap bahwa Departemen Keuangan AS dan Departemen Efisiensi Pemerintah telah mencapai kesepakatan penting terkait transparansi pembayaran pemerintah. 


Salah satu reformasi utama yang diperkenalkan adalah keharusan untuk mencantumkan kode kategorisasi pembayara pada setiap transaksi pemerintah agar lebih mudah diaudit.

"Memerlukan agar semua pembayaran pemerintah yang keluar memiliki kode kategorisasi pembayaran, yang diperlukan untuk lulus audit keuangan. Kode ini sering dibiarkan kosong, sehingga audit hampir mustahil dilakukan," tulis Musk di X, seperti dikutip dari The Tribune pada Minggu, 9 Februari 2025.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya alasan pembayaran dicantumkan dalam setiap transaksi. 

"Semua pembayaran juga harus menyertakan alasan pembayaran di kolom komentar, yang saat ini dibiarkan kosong. Yang penting, kami belum menerapkan penilaian apapun terhadap alasan ini, tetapi hanya mengharuskan agar sejumlah upaya dilakukan untuk menjelaskan pembayaran lebih dari tidak ada!" tambahnya.

Salah satu inisiatif yang Musk dorong adalah penerapan "Daftar jangan bayar" yang akan mengidentifikasi entitas yang diduga melakukan penipuan atau tidak memenuhi persyaratan alokasi dana dari Kongres.

"Daftar jangan bayar yang berisi entitas yang diketahui melakukan penipuan atau orang yang sudah meninggal atau kemungkinan merupakan kedok organisasi teroris atau tidak sesuai dengan alokasi Kongres harus benar-benar dilaksanakan dan tidak diabaikan. Selain itu, saat ini perlu waktu hingga satu tahun untuk masuk ke dalam daftar ini, yang terlalu lama. Daftar ini harus diperbarui setidaknya setiap minggu, jika tidak setiap hari," jelas Musk.

Musk mengungkap data mengejutkan bahwa lebih dari 100 miliar dolar AS per tahun dikucurkan kepada individu tanpa Nomor Jaminan Sosial (SSN) atau bahkan nomor identifikasi sementara. 

Ia menyebut angka tersebut sangat mencurigakan dan menekankan perlunya investigasi lebih lanjut.

"Kemarin, saya diberi tahu bahwa saat ini ada lebih dari 100 miliar dolar AS/tahun pembayaran tunjangan kepada individu tanpa SSN atau bahkan nomor ID sementara. Jika akurat, ini sangat mencurigakan," ungkap Musk.

Lebih lanjut, saat Musk bertanya apakah ada orang di Departemen Keuangan yang memiliki perkiraan kasar tentang berapa persen dari angka itu yang merupakan penipuan yang jelas dan tidak ambigu.

Pihak Departemen Keuangan di ruangan itu menjawab sekitar setengahnya, jadi 50 miliar dolar AS/tahun atau 1 miliar d0lar AS/minggu.

Musk menyebut situasi ini sudah gila dan mendesak agar tindakan segera diambil untuk mengatasi masalah penipuan yang meluas dalam sistem pembayaran pemerintah.

Dalam unggahan terakhirnya, ia berbagi bagan berjudul "Pemerintah Federal: Pemborosan, Penipuan, Penyalahgunaan," dengan peringatan keras, "Besarnya penipuan dalam pembayaran pemerintah (pajak Anda yang dibelanjakan) JAUH lebih tinggi dari yang Anda kira!"

Pernyataan Musk telah memicu diskusi luas di media sosial dan kalangan pemerintah, dengan banyak pihak menuntut tindakan konkret untuk menindaklanjuti temuan ini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya