Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Netanyahu: Palestina Bisa Bikin Negara Sendiri di Arab Saudi

MINGGU, 09 FEBRUARI 2025 | 11:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan penolakannya terhadap pembentukan negara Palestina sebagai syarat normalisasi hubungan dengan Arab Saudi. 

Sebagai gantinya, ia menyarankan agar Kerajaan Arab Saudi mendirikan negara bagi Palestina di wilayahnya sendiri.

Dalam sebuah wawancara, Netanyahu menanggapi pertanyaan mengenai syarat yang diajukan Arab Saudi terkait pendirian negara Palestina dalam konteks normalisasi hubungan dengan Israel. 


Netanyahu mengatakan Palestina dapat membentuk negaranya sendiri di tanah milik Arab Saudi.

"Saudi dapat mendirikan negara Palestina di Arab Saudi; mereka memiliki banyak tanah di sana," ujarnya, seperti dimuat Channel 14 Israel pada Minggu, 9 Februari 2025. 

Pernyataan ini menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap pembentukan negara Palestina di wilayah yang saat ini diduduki oleh Israel, dengan alasan keamanan.

Netanyahu lebih lanjut menyatakan bahwa negara Palestina akan menjadi ancaman bagi keamanan Israel, terutama pasca serangan 7 Oktober 2023. 

"Tahukah Anda apa itu? Ada negara Palestina. Namanya Gaza. Gaza, yang dipimpin oleh Hamas, adalah negara Palestina dan lihat apa yang kita dapatkan," ujarnya.

Meski demikian, Netanyahu tetap optimistis bahwa kesepakatan damai antara Israel dan Arab Saudi akan terwujud. 

"Saya pikir perdamaian antara Israel dan Arab Saudi tidak hanya layak, saya pikir itu akan terjadi," kata dia. 

Namun, ia menampik klaim bahwa Riyadh mensyaratkan pembentukan negara Palestina sebagai bagian dari normalisasi hubungan dengan Israel. 

Menurutnya, Israel telah melakukan negosiasi rahasia dengan Arab Saudi selama tiga tahun terakhir, dan ia menegaskan bahwa tidak akan ada perjanjian yang membahayakan negaranya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi kembali menegaskan sikap tegas mereka mengenai pembentukan negara Palestina. 

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu lalu, menegaskan bahwa posisi Arab Saudi teguh dan tidak tergoyahkan dalam mendukung negara Palestina. 

Putra Mahkota Mohammed Bin Salman juga dikatakan telah menyampaikan sikap ini dengan jelas kepada pemerintah Amerika Serikat dalam berbagai kesempatan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya