Berita

Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle/Net

Dunia

Terungkap Alasan Trump Tolak Deportasi Pangeran Harry

MINGGU, 09 FEBRUARI 2025 | 10:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Izin tinggal Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle di Montecito, California tidak begitu dipermasalahkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam sebuah pernyataan, Trump mengaku tidak akan mendeportasi Harry, sebab pangeran Inggris itu memiliki terlalu banyak masalah dengan istrinya. 

"Saya tidak ingin melakukan itu. Saya akan meninggalkannya sendiri. Dia sudah punya cukup banyak masalah dengan istrinya. Dia mengerikan," ujar Trump, seperti dikutip dari New York Post pada Minggu, 9 Februari 2025. 


Komentar Trump menunjukkan bahwa Trump melihat kehidupan pribadi Harry sebagai alasan untuk tidak ikut campur dalam status imigrasinya. 

Bahkan, Trump mengaku merasa kasihan terhadap Harry dan menyebut bahwa Duke of Sussex "dipukuli" oleh istrinya Meghan. 

Trump sebelumnya pernah mengkritik Harry dan Markle terkait hubungan mereka dengan keluarga kerajaan. 

Dalam sebuah wawancara dengan Daily Express tahun lalu, Trump menuduh Harry telah mengkhianati ratu, dan menyatakan bahwa hal itu tidak bisa dimaafkan.  

"Dia mengkhianati ratu. Itu tidak bisa dimaafkan. Jika saya terpilih kembali, dia akan sendirian," ujar Trump saat itu.

Trump juga pernah menyatakan ketidaksukaannya terhadap penggunaan dana AS untuk keamanan Harry dan Markle. 

"Saya tidak menyukai gagasan bahwa mereka mendapatkan keamanan AS ketika mereka datang ke sini," ujarnya kepada pembawa acara radio Hugh Hewitt pada tahun 2023.  

Sementara itu, Trump justru memberikan pujian kepada Pangeran William. 

"Dia adalah pemuda yang hebat," kata Trump.

Pangeran Harry menghadapi masalah terkait visanya di AS setelah ia mengakui penggunaan narkoba dalam memoarnya berjudul Spare. 

The Heritage Foundation, lembaga pemikir konservatif, telah menekan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) untuk mengungkapkan informasi tentang status imigrasinya.  

Lembaga tersebut menuduh DHS mungkin telah memberikan secara tidak benar visa kepada Harry. Pada tahun 2023, permintaan untuk mengungkapkan dokumen imigrasi Harry ditolak, tetapi seorang hakim masih mempertimbangkan kasus ini.

Meskipun ada tekanan dari kelompok konservatif, pernyataan Trump terbaru ini menegaskan bahwa ia tidak berniat mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Pangeran Harry setelah kembali ke Gedung Putih.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya