Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Dolar AS Masih Perkasa di Tengah Ancaman Perang Dagang

SABTU, 08 FEBRUARI 2025 | 07:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS menguat pada perdagangan akhir pekan. Penguatan ini didukung oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang berencana mengumumkan tarif timbal balik terhadap banyak negara. 

Laporan pertumbuhan lapangan kerja di AS menyatakan bahwa tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,0 persen, memberi ruang bagi Federal Reserve AS untuk menunda pemangkasan suku bunga setidaknya hingga Juni.

Dikutip dari Reuters, indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap sejumlah mata uang naik 0,353 persen menjadi 108,04. 


Namun, secara mingguan, indeks ini masih berada di jalur penurunan setelah kekhawatiran investor terhadap perang dagang global mereda.

Kekhawatiran investor mengenai perang dagang global kembali mencuat pada hari Jumat setelah Trump berjanji untuk memberlakukan lebih banyak tarif dalam upaya luas yang menurutnya juga dapat membantu menyelesaikan masalah anggaran AS.

Trump membuat pengumuman tersebut saat bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba. Ia menyebutkan bahwa tarif otomotif masih menjadi opsi yang dipertimbangkan di tengah laporan bahwa Gedung Putih sedang meninjau kemungkinan pengecualian untuk beberapa negara.

Pound Inggris turun 0,2 persen menjadi 1,2413 Dolar AS setelah mengalami penurunan 0,54 persen sehari sebelumnya, ketika Bank of England (BoE) memangkas suku bunga menjadi 4,5 persen dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Inggris hanya 0,75 persen tahun ini.

Dolar AS melemah 0,09 persen terhadap Yen menjadi 151,365, menyusul spekulasi bahwa Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan suku bunga lebih tinggi dari yang diperkirakan tahun ini. Harapan tersebut diperkuat oleh data upah yang positif yang dirilis awal pekan ini.

Dolar AS juga menguat terhadap Yuan. Pantauan RMOL, hingga pukul 07.37, Dolar AS naik tipis menjadi 7,29.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya