Berita

Presiden Prabowo Subianto etelah menghadiri perayaan puncak hari lahir (harlah) NU ke-102 di Istora Senayan pada Rabu malam, 5 Februari 2025/RMOL

Politik

Prabowo Ancam Singkirkan Aparat yang Tidak Becus Kerja untuk Rakyat

RABU, 05 FEBRUARI 2025 | 22:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto akan menindak institusi pemerintah yang tidak serius bekerja untuk mensejahterakan rakyat.

Sikap tersebut itu Prabowo sampaikan kepada awak media setelah menghadiri perayaan puncak hari lahir (harlah) NU ke-102 di Istora Senayan pada Rabu malam, 5 Februari 2025.

Prabowo dalam pidatonya di lokasi perayaan menyebut setelah 100 hari memimpin ia akan mulai membersihkan aparat yang bekerja tidak sejalan dengan kepentingan rakyat.


"Saya berharap ada kesadaran seluruh aparat seluruh institusi bersihkan dirimu sebelum kau dibersihkan!" tegasnya di hadapan ratusan ribu peserta harlah NU.

Ketika ditanya wartawan apakah yang dimaksud membersihkan adalah melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo tidak memberi jawaban pasti.

Dia kembali menegaskan bahwa rakyat menuntut pemerintah untuk bekerja dengan bersih dan benar. Sehingga Prabowo ingin mewujudkannya.

"Rakyat, menuntut, pemerintah yang bersih dan benar yang bekerja dengan benar jadi saya ingin tegakkan itu," ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa ia tidak segan menyingkirkan aparat yang tidak bekerja untuk rakyat.

"Kepentingan hanya untuk bangsa rakyat, tidak ada kepentingan lain yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat ya saya akan singkirkan," tegasnya.

Prabowo hadir dalam perayaan harlah NU sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Tahun 2025. Kedua acara tersebut digelar pada tanggal 5 hingga 7 Februari 2025 mendatang.

Turut hadir dalam peringatan Harlah NU yakni Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Wakil Presiden Ke-13 RI Ma'ruf Amin, para duta besar, para Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Rais Aam PBNU Miftahul Akhyar, dan Sekretaris Jenderal PBNU Syaifullah Yusuf.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya