Berita

Presiden Prabowo Subianto/Ist

Bisnis

Prabowo Hadapi PR Besar, Dolar AS Turun di Bawah Rp16.300

RABU, 05 FEBRUARI 2025 | 22:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

USAI riuh kelangkaan gas LPG 3 kg alias gas melon diatasi, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto nampaknya harus kembali berjibaku dengan pekerjaan rumah atau PR besar berikutnya. Adalah rilis kinerja pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2024 lalu yang dilaporkan sebesar 5,03 persen atau di bawah target yang telah ditetapkan sebesar 5,2 persen.

Sementara dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, pemerintahan Prabowo Subianto telah menargetkan pertumbuhan ambisius hingga 8 persen di masa kepemimpinannya. Catatan menunjukkan, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia yang karib dengan kisaran 5 persen sejak 15 tahun sebelumnya, kecuali pada tahun 2010, 2011 dan 2012 yang mencetak pertumbuhan sedikit di atas 6 persen.

Catatan tersebut sekaligus mencerminkan betapa berat target ambisius pemerintahan Prabowo untuk mencapai pertumbuhan 8 persen. Namun demikian, rilis kinerja perekonomian nasional terkini tersebut, mampu mendapatkan apresiasi di pasar uang. Pantauan menunjukkan, kinerja nilai tukar Rupiah yang mampu konsisten menjejak zona penguatan meski cenderung dalam rentang terbatas.


Kinerja Rupiah yang mampu bertahan di zona penguatan lumayan mencolok dibanding situasi di pasar Asia yang sedang terdera tekanan jual. Pantauan menunjukkan mata uang Asia yang kompak rebah di zona merah dalam menjalani sesi pertengahan pekan ini, Rabu 5 Februari 2025. Mata uang Asia tercatat hanya menyisakan Ringgit Malaysia dan Rupiah yang mampu menginjak zona penguatan secara konsisten. Sedang Peso Filipina dan Dolar Singapura terpantau mencoba beralih menguat tipis di sesi sore, namun masih rentan untuk kembali melemah.

Jalannya sesi perdagangan di Asia menunjukkan, perhatian pelaku pasar yang tertuju pada rangkaian sentimen regional yang tersedia. Diantaranya datang dari rilis Indeks PMI komposit Australia yang dilaporkan sebesar 51,1 untuk Januari lalu. Sentimen positif lain datang dari Korea Selatan yang merilis inflasi sebesar 2,2 persen untuk Januari lalu. Serta sentimen dari Jepang terkait dengan Indeks PMI komposit Januari lalu yang dilaporkan sebesar 51,1.

Rangkaian sentimen yang tersedia tersebut, masih jauh dari mampu untuk menghantarkan penguatan mata uang Asia. Kecenderungan mengalami tekanan jual akhirnya bertahan hingga memerosokkan mata uang Asia dalam zona merah. Pantauan lebih jauh juga memperlihatkan, kinerja mata uang yang sedang dalam sorotan serius, Rupee India yang kembali terperosok merah untuk sekaligus kembali mencetak titik terlemah barunya sepanjang sejarah di 87,4875 per Dolar AS. Rupee hingga ulasan ini disunting tercatat masih bertengger di kisaran 87,4850 per Dolar AS atau merosot 0,48 persen.

Sementara pada Rupiah, gerak menguat secara konsisten akhirnya mampu menembus ke bawah level psikologis nya di kisaran Rp16.300 per Dolar AS di sesi perdagangan sore. Terkini, Rupiah masih diperdagangkan di kisaran Rp16.280 per Dolar AS atau menguat moderat 0,36 persen.

Penguatan Rupiah terkesan mencoba semakin mendaki di sesi perdagangan sore, seiring dengan tren yang sedang berkembang di Asia, di mana sejumlah mata uang Asia mencoba mengikis pelemahan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Thoriqoh itu Fokus ke Allah, Bukan ke Jokowi dan PSI

Selasa, 01 September 2026 | 05:52

Enam Program Prioritas Sektor Kelautan-Perikanan Jamin Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 01 September 2026 | 05:26

IAW Soroti Tersendatnya INA-24: Sampai Kapan Berlindung di Balik Warisan?

Selasa, 01 September 2026 | 04:53

Prabowo Terima KTA NU

Selasa, 01 September 2026 | 04:29

Onduline Siapkan Produk dan SDM Terbaik Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

Selasa, 01 September 2026 | 03:59

Tragedi Kelas Menengah, Terjepit dan Terlupakan

Selasa, 01 September 2026 | 03:47

Sempat 13 Hari Hilang Kontak di Laut, Awak KM El Malika Bersiap Kembali ke Rumah

Selasa, 01 September 2026 | 03:25

TNI Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Penyuluhan

Selasa, 01 September 2026 | 02:55

Usung Konsep "Moving for Longevity", Fervid Pilates Studio Perluas Edukasi Komunitas

Selasa, 01 September 2026 | 02:42

Merawat Konsep Ekonomi-Politik Hatta

Selasa, 01 September 2026 | 02:20

Selengkapnya