Berita

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Nasdem, Cindy Monica Salsabila Setiawan (tangkapan layar/RMOL)

Politik

Fraksi Nasdem Beri Catatan Serius soal Isu Pangan Hingga Aset ID Food Raib

SELASA, 04 FEBRUARI 2025 | 19:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sejumlah isu krusial diulas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR bersama Kepala Badan Pangan Nasional, Direktur Utama Perum Bulog, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), serta Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/Holding Pangan/ID Food beserta anak perusahaan. 

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Nasdem, Cindy Monica Salsabila Setiawan, mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP). 

Menurutnya, keputusan ini merupakan langkah positif untuk melindungi petani, dan pihak-pihak yang merugikan petani terkait dengan harga GKP harus mendapat perhatian serius. 


“Kami juga ingin mengulang kembali, ingin menekankan bahwa kita jangan sampai menormalisasikan kenaikan harga pangan yang selalu terjadi di bulan suci Ramadan sampai menjelang Idulfitri,” ujar Cindy dalam rapat yang digelar di Ruangan Komisi IV DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa, 4 Februari 2025.

Selain itu, Cindy juga mengungkapkan adanya keluhan dari pedagang beras di Pasar Induk Cipinang yang mengaku kesulitan mendapatkan jatah beras dari Bulog. 

Mereka terpaksa membeli beras dari pihak ketiga dengan harga yang lebih tinggi dan sulit untuk bersaing dengan pedagang lain yang menjual dengan harga lebih murah.

“Nah, bagaimana ini terjadi, kami minta atensinya,” tegas Legislator Nasdem ini.

Cindy juga menyoroti video yang beredar tentang pedagang yang melakukan praktik tukar karung, mengganti beras dari jenis medium (SPHP) menjadi beras premium. 

Ia menyebut ini sebagai tindakan penipuan yang merugikan konsumen dan meminta agar Bulog dan Bappenas segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Lebih lanjut, Cindy juga menyampaikan keprihatinan terkait kondisi PT Pupuk Indonesia. 

Meskipun PT Pupuk Indonesia memiliki 10 anak perusahaan dengan kapasitas produksi pupuk mencapai 14,5 juta ton, data BPS menunjukkan bahwa impor pupuk Indonesia terus meningkat setiap tahun. Pada 2024, impor pupuk diprediksi mencapai 3 juta ton. 

“Nah, pastinya di tahun ini dengan adanya program swasembada pangan, kita membutuhkan pupuk lebih dari 16 juta ton karena penambahan luas area tanaman padi. Mengingat target kita akan bertambah, bagaimana kesiapan PT pupuk mengejar target ini,” jelas dia. 

Isu lain yang juga disoroti adalah pengelolaan aset oleh ID Food. Berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebanyak 349 aset ID Food dan anak perusahaan dikuasai oleh pihak ketiga. 

Aset-aset ini meliputi milik PT RNI Persero, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Sanghiang Seri, PT Gula Rajawali, PT Berdikari, PT Garam, serta beberapa perusahaan lainnya. BPK mencatat bahwa sejumlah aset senilai Rp3,3 triliun tersebut telah dikuasai oleh pihak luar yang tidak memiliki hak.

“Pertanyaannya adalah apa yang dilakukan ID Food terkait dengan temuan BPK tersebut dan bagaimana upaya menguasai kembali aset tersebut. Sekian pandangan dari Fraksi Nasdem,” pungkas Cindy.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya