Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Trump Naikkan Tarif Kanada, Meksiko, dan Tiongkok, Selanjutnya Uni Eropa?

MINGGU, 02 FEBRUARI 2025 | 15:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Sabtu waktu setempat, 1 Februari 2025 mengumumkan peningkatan tarif terhadap tiga mitra dagang utama, Kanada, Meksiko, dan China.

Ekspor Kanada dan Meksiko ke Amerika Serikat akan dikenakan tarif 25 persen mulai Selasa, 4 Februari 2025 meskipun sumber daya energi dari Kanada akan dikenakan tarif 10 persen yang lebih rendah.

Barang dari Tiongkok, yang sudah dikenakan berbagai tingkat bea, akan dikenakan tarif tambahan 10 persen.


Perintah Trump juga menangguhkan pengecualian yang memungkinkan impor bernilai rendah dari ketiga negara tersebut masuk ke AS tanpa bea.

Pengumuman tersebut mengancam pergolakan di seluruh rantai pasokan, mulai dari energi hingga mobil dan makanan.

Trump menggunakan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional dalam mengenakan tarif, menyebut ada ancaman imigran ilegal dan peredaran narkoba akibat dari adanya interaksi perdagangan dengan tiga negara tersebut.

"Ancaman luar biasa yang ditimbulkan oleh imigran gelap dan narkoba, termasuk fentanil yang mematikan, merupakan keadaan darurat nasional," ungkap Gedung Putih, seperti dimuat Associated Press.

Presiden yang baru dilantik itu menggunakan senjata kenaikan tarif untuk mendesak, Kanada, Meksiko, dan Tiongkok agar menghentikan imigrasi ilegal dan menghentikan fentanil beracun dan narkoba lainnya mengalir ke AS.

Kementerian perdagangan Tiongkok mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan mengambil tindakan balasan yang sesuai dan mengajukan klaim terhadap Washington di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengumumkan bahwa negaranya akan mengenakan tarif balasan.

Ia telah memberitahu menteri ekonominya untuk menerapkan Plan B, mencakup tindakan tarif dan non-tarif untuk membela kepentingan Meksiko.

Sementara Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau secara terpisah mengatakan negaranya akan membalas dengan mengenakan pungutan sebesar 25 persen atas barang-barang Amerika tertentu senilai 102 miliar dolar Kanada, dengan putaran pertama pada hari Selasa, 4 Februari 2025 diikuti oleh putaran kedua dalam tiga minggu.

"Kami tentu tidak ingin melakukan eskalasi. Namun, kami akan membela Kanada, warga Kanada, dan lapangan kerja Kanada," kata dia, sembari memperingatkan tentang keretakan hubungan Kanada-AS yang telah berlangsung lama.
 
Trump telah berulang kali menyatakan persetujuannya terhadap tarif sebagai langkah kebijakan, dan telah mengisyaratkan bahwa tindakan hari Sabtu itu dapat menjadi serangan pertama dalam konflik perdagangan lebih lanjut yang akan datang.

Minggu ini, ia juga berjanji untuk mengenakan bea masuk di masa mendatang kepada Uni Eropa.

"Apakah saya akan mengenakan tarif pada Uni Eropa? Apakah Anda menginginkan jawaban yang jujur ??atau haruskah saya memberi Anda jawaban politis? Benar-benar, benar-benar," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

"Uni Eropa telah memperlakukan kami dengan sangat buruk," Trump menambahkan, mengulangi keluhan yang sering disuarakannya.

Dia telah mengancam akan memulai perang dagang dengan Uni Eropa dalam beberapa bulan terakhir, dengan mengunggah di media sosial pada bulan Desember bahwa kecuali blok tersebut membeli lebih banyak minyak dan gas Amerika, maka akan ada "Tarif (yang dikenakan) sepenuhnya!!!"

Trump tidak mengatakan secara pasti berapa tarif yang akan dikenakan atau pada barang-barang tertentu apa saja yang akan dikenakan, tetapi mengatakan bahwa ia berencana untuk melakukan sesuatu yang substansial.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya