Berita

Ketua Umum Partai Demokrat, Ken Martin/Net

Dunia

Ken Martin Terpilih Jadi Ketum Partai Demokrat, Siap Lawan Trump

MINGGU, 02 FEBRUARI 2025 | 14:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Partai Demokrat Amerika Serikat memilih Ken Martin sebagai ketua umum nasional yang baru yang akan mengoordinasikan perlawanan mereka terhadap kepresidenan Donald Trump.

Pemilihan ketum partai berlangsung di pinggiran kota Washington saat lebih dari 400 anggota Komite Nasional Partai Demokrat (DNC) dari setiap negara bagian dan teritori AS berkumpul di pertemuan musim dingin pada Sabtu, 1 Februari 2025.

Martin menggantikan Jaime Harrison dari South Carolina di puncak Komite Nasional Demokrat.


Harrison tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan berikutnya setelah pemilihan 2024 ketika Trump menjadi Republikan pertama yang memenangkan suara terbanyak mengalahkan Kamala Harris dari Demokrat.

Setelah hasil kemenangannya diumumkan, Martin memberikan pidato peringatan kepada Trump dan sekutu Republiknya.

"Kami akan datang. Ini adalah Partai Demokrat yang baru. Kami akan menanggalkan sarung tangan," tegasnya, seperti dimuat Associated Press.

Martin berjanji untuk memfokuskan kembali pesan Demokrat pada pemilih kelas pekerja, memperkuat infrastruktur Demokrat di seluruh negeri, dan meningkatkan sistem respons cepat anti-Trump partai.

Ia telah berjanji untuk tidak menghindar dari dedikasi Demokrat terhadap keberagaman dan kelompok minoritas, pilar partai modern.

Martin, 51 tahun, dengan mudah mengalahkan ketua partai Wisconsin Ben Wikler, yang telah memperoleh dukungan dari para donor dan pemimpin Demokrat terkemuka di Kongres, termasuk para Demokrat teratas di DPR dan Senat.

Pada akhirnya, hubungan Martin dengan anggota DNC membantunya mengatasi aliansi Wikler yang lebih terkenal. Dia adalah salah satu ketua partai negara bagian yang paling lama menjabat, setelah memimpin Partai Demokrat-Buruh-Petani Minnesota sejak 2011.
 
Kemenangan Martin terjadi kurang dari dua minggu setelah pelantikan Trump dan saat Demokrat berjuang menghadapi banyaknya perintah eksekutif, pengampunan, perubahan personel, dan hubungan kontroversial yang terbentuk dalam pemerintahan baru.

Pada saat yang sama, persepsi publik tentang Partai Demokrat telah mencapai titik terendah. Hanya 31 persen pemilih yang memiliki opini positif terhadap Partai Demokrat, menurut jajak pendapat Universitas Quinnipiac yang dirilis minggu ini. Empat puluh tiga persen pemilih memiliki opini positif terhadap Partai Republik.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya