Berita

Ilustrasi pagar laut di Tangerang/Net

Politik

Pakar dan Aktivis Kompak Soroti Cara Komunikasi Pemerintah dalam Polemik HGB Pagar Laut

MINGGU, 02 FEBRUARI 2025 | 05:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Masalah pagar laut di Tangerang, Banten, masih menyisakan persoalan serius terkait komunikasi publik. Hal ini terlihat dalam tidak konsistennya pemerintah mengungkap dan meluruskan masalah satu persatu.

Di mana terjadi pemecatan sejumlah pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), pada Kamis 30 Januari 2025.

Pakar komunikasi publik, Gunawan Raharjo menilai, ada beberapa pola komunikasi dan tendensi publik yang digiring sehingga tidak menarik perhatian publik pada masalah utama di Tangerang.


“Media sosial dan pemberitaan publik tidak konsisten, ditambah pihak pemerintah tidak tegas, sehingga membiarkan bola liar,” ujar Gunawan, dalam diskusi soal telusur HGU Pagar Laut Tangerang di Hotel The Akmani Jakarta, Sabtu 1 Februari 2025.

Akademisi Universitas Mercubuana itu menambahkan, kualitas komunikasi yang taktik banyak dikorbankan dalam mengatasi masalah yang terjadi. Menurut Gunawan, ketidakpastian di masyarakat akan memicu siklus kepercayaan publik dan pertumbuhan tren ekonomi bisa berdampak serius.

“Terlihat ragu-ragu sekalipun bisa dituntaskan, pemerintah harus ambil tindakan komunikasi yang tepat,” tegasnya.

Sejumlah mahasiswa dan aktivis pun menyerukan hal yang sama.

Seperti Singgih Pambagio dari Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Sultan Agung Tirtayasa (MPM Untirta) yang melihat masyarakat dan mahasiswa di Banten sudah berkonsentrasi ke masalah yang terjadi di Tangerang.

Mahasiswa, ucap Singgih, berharap ada ketegasan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan sebagai koreksi.

“Presiden Prabowo harus-hati menempatkan pejabatnya dalam kementerian strategis, karena tidak menutup kemungkinan banyak aktor-aktor itu berkaitan dengan masalah di Tangerang,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya