Berita

Ilustrasi (Foto: siasat.com)

Bisnis

Rupee Terancam Gawat, Dolar AS Tembus Rp16.300

JUMAT, 31 JANUARI 2025 | 17:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RANGKAIAN sentimen kurang bersahabat terlihat masih berlanjut hingga sesi perdagangan penutupan pekan ini berakhir. Diawali rilis kinerja pertumbuhan ekonomi AS kuartal keempat 2024 yang hanya sebesar 2,3 persen atau lebih rendah dari ekspektasi pasar di kisaran 2,6 persen, sikap optimis pelaku pasar semakin sulit bangkit dengan rangkaian sentimen sebelumnya.

Laporan menyebutkan, pihak Bank Sentral Eropa, ECB yang akhirnya memangkas suku bunga untuk kini berada di kisaran 2,9 persen membuat pelaku pasar menghentikan koreksi pada Indeks Dolar AS. Pelemahan mata uang utama dunia akhirnya berlangsung dan kemudian menjalar hingga pasar uang Asia.

Situasi dan sentimen terkini yang berkembang menjadi semakin sulit akibat pernyataan dari Presiden AS Donald Trump. Laporan terkini menyebutkan, pelaku pasar yang terarah perhatiannya pada pernyataan Trump yang kembali menegaskan akan mengenakan tarif masuk sebesar 100 persen pada blok negara BRICS bila meninggalkan Dolar AS atau membentuk mata uang bersama.


Pernyataan bernada ancaman yang diperbarui tersebut kemudian memantik pelaku pasar semakin memburu Dolar AS dan memukul mata uang Asia. Pantauan menunjukkan, seluruh mata uang Asia yang kompak menginjak zona pelemahan di sesi penutupan pekan ini, Jumat 31 Januari 2025. Terlebih pada mata uang Rupee India, yang kini kembali semakin mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah di kisaran 86,8553. Terkini, mata uang negeri Bollywood itu berada di kisaran 86,6400 per Dolar AS setelah melemah moderat 0,13 persen. Posisi tersebut hanya berjarak 0,25 persen dari titik terlemahnya.

India, yang merupakan salah satu pemrakarsa penting BRICS dan kini sedang berambisi menjadi perekonomian terbesar keempat dunia, nampaknya benar-benar dalam ancaman serius, meski hubungan dengan Washington cukup baik.

Pantauan juga memperlihatkan, kinerja nilai tukar Ringgit Malaysia yang kini menjadi mata uang terburuk di Asia setelah anjlok tajam hingga kisaran 1,5 persen. Sedang mata uang Baht Thailand tercatat mampu beralih menguat tipis di pertengahan sesi perdagangan sore usai konsisten menjejak zona pelemahan.

Pada Rupiah, kinerja merah kembali menerpa, di mana hingga ulasan ini disunting terpantau bertengger di kisaran Rp16.295 per Dolar AS atau melemah 0,25 persen. Rupiah sempat konsisten menembus level psikologis nya di kisaran Rp16.300 dengan mencetak titik terlemahnya di Rp16.319 per Dolar AS. Tinjauan RMOL menunjukkan, kinerja Rupiah yang mencoba mengikis pelemahan di sesi perdagangan sore, namun gerak merah masih sulit dihindarkan.

Kinerja Rupiah kini sangat mengandalkan suntikan sentimen domestik yang positif pada awal sesi pekan depan, di mana rilis data indeks PMI manufaktur dan Inflasi bulanan akan dilakukan. Bila dua rilis data tersebut di atas mampu menyajikan kinerja perekonomian nasional yang melegakan, Rupiah setidaknya mampu untuk menghentikan atau mengimbangi sentimen suram dari pasar global yang diyakini masih belum beranjak.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya