Berita

lustrasi/Net

Bisnis

Anggaran Irlandia Surplus Gara-gara Apple Bayar Utang Pajak

RABU, 29 JANUARI 2025 | 14:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Irlandia kembali mencatat surplus anggaran sekitar 7 persen dari pendapatan nasional bruto pada 2024. 

Kementerian Keuangan Irlandia mencatat kenaikan ini didorong oleh pembayaran pajak tertunggak dari Apple senilai 14 miliar euro (sekitar Rp236 triliun) yang masuk ke kas negara.

Sebelumnya, pemerintah hanya memperkirakan surplus sepertiga dari angka tersebut. Kemudian keputusan Pengadilan Eropa pada September lalu yang mewajibkan Apple membayar pajak akibat perlakuan pajak masa lalu yang melanggar hukum, mendorong surplus anggaran pemerintah umum menjadi 21,9 miliar euro.


Irlandia awalnya menargetkan penerimaan pajak sebesar 8 miliar euro dari Apple tahun ini. Namun, hingga akhir Desember 2023, hampir 11 miliar euro telah mengalir ke kas negara, sehingga total penerimaan pajak perusahaan melonjak 63,9 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai 39,1 miliar euro.

"Peningkatan ini sebagian besar mencerminkan transfer penerimaan satu kali yang timbul dari putusan Pengadilan Uni Eropa terkait dengan kasus pajak Apple," kata Departemen Keuangan Irlandia.

Meskipun tanpa kontribusi pajak dari Apple, penerimaan pajak perusahaan di negara itu tercatat tetap kuat, mencapai 28 miliar euro—meski sedikit di bawah perkiraan 29,5 miliar euro pada Oktober lalu. Angka ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan rekor 23,8 miliar euro yang dikumpulkan pada 2023.

Dalam satu dekade terakhir, penerimaan pajak perusahaan di Irlandia yang sebagian besar berasal dari perusahaan-perusahaan teknologi AS, telah meningkat hampir tujuh kali lipat. 

Tren ini menjadikan Irlandia sebagai salah satu negara dengan kondisi fiskal paling sehat di Eropa.

"Pemerintah berkomitmen menggunakan limpahan pajak akibat putusan Pengadilan Uni Eropa untuk membangun infrastruktur energi, air, transportasi, dan perumahan," kata Menteri Keuangan Irlandia Jack Chambers.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan sejumlah negara besar Eropa, seperti Prancis dan Italia yang saat ini menghadapi defisit anggaran yang terus membengkak.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya