Berita

Ilustrasi PMII/Istimewa

Politik

PMII Demak Gugat Sejumlah Peraturan Bupati

RABU, 29 JANUARI 2025 | 04:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Demak siap melakukan gugatan uji materil terhadap sejumlah produk regulasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak, Jawa Tengah. 

Langkah ini dilakukan mengingat aturan-aturan tersebut dinilai membuka ruang bagi terjadinya abuse of power atau penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan.

"Beberapa regulasi itu yakni, Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penyelenggaraan Parkir, Perbup tentang Pedoman Pengelolaan Perumda Air Minum, dan Perbup tentang Harga Satuan Barang/Jasa Kebutuhan Pemkab Demak," kata Ketua Bidang Komunikasi OKP dan Ormas PMII Demak, Ahlun Najah, kepada sejumlah wartawan di Sekretariat PMII, belum lama ini.


Lebih lanjut, Ahlun Najah menegaskan, saat ini pihaknya juga sudah menyusun materi gugatan terhadap sejumlah regulasi yang dianggap menghambat terwujudnya good government and clean governance karena regulasi-regulasi daerah tersebut juga dinilai bisa menciptakan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan.

Najah pun mencontohkan, Perbup Demak Nomor 44 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengelolaan Perumda Air Minum, Pasal 29 tentang Pengangkatan Anggota Direksi. Menurutnya, adanya klausul soal masa perpanjangan direksi sesuai kinerja menurut penilaian Bupati sebagai pemilik saham, dinilai tidak objektif.

"Pasal ini bisa mengundang asumsi publik tentang dugaan adanya like and dislike (kedekatan-red), balas jasa atau indikator kinerja berbasis kemampuan setor 'upeti' kepada penguasa," sebut Ahlun Najah, dikutip RMOLJateng, Selasa 28 Januari 2025.

Seharusnya, lanjut Ahlun Najah, indikator kinerja harus jelas seperti indeks kepuasan publik terhadap pelayanan, progress aset dan keuangan serta manfaat bagi daerah. 

"Sebagai organisasi mahasiswa, PMIII Demak beranggapan bahwa hal ini bertentangan dengan nilai-nilai dan moral yang mereka junjung. Selain melibatkan auditor independen, Bupati juga harus melihat fakta dan peka terhadap banyaknya keluhan masyarakat yang rutin tersaji di platform media sosial," jabarnya.

Keterlibatan auditor independen sendiri sangat penting dan harus ada yang mengingatkan, bahwa Perumda menggunakan APBD yang notabene adalah anggaran milik publik yang diamanatkan untuk dikelola pemerintah daerah. 

"Tidak boleh dikelola seenaknya untuk kepentingan pribadi atau golongan. Harus bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," tegas Ahlun Najah.

Sedangkan terkait Perbup Demak Nomor 86 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perparkiran, menurut Ahlun Najah, juga membuka ruang terjadinya penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pihak tertentu. 

Hal ini merujuk pada Bab III, mengenai Pengelolaan Parkir Yang Diusahakan Dinas dimana pada bab itu, mengatur proses penunjukan pihak ketiga sebagai calon pengelola lahan parkir.

"Semestinya, pengelolaan parkir oleh pihak ketiga dilakukan melalui proses lelang terbuka dengan acuan data kajian potensi lahan parkir yang dikelola pihak ketiga melalui Satuan Kerja (Satker) terkait agar daerah memperoleh pendapatan yang optimal melalui retribusi parkir," ungkapnya .

Perbup lain, lanjut Ahlun Najah, yang berpotensi menjadi alat penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan dengan motif gratifikasi adalah Perbup Demak Nomor 17 tahun 2024 tentang Harga Satuan Barang/Jasa Kebutuhan Pemkab Demak.

Ahlun Najah menjelaskan, perbup ini sangat krusial karena menjadi acuan penyusunan anggaran belanja seluruh kegiatan Pemkab sehingga aturan ini diubah setiap tahun agar sesuai dengan kondisi yang ada.

"Standar harga yang tercantum dalam Perbup terlalu mahal bila dibandingkan dengan harga pasaran. Seperti saya lihat pada harga satuan Pemda untuk harga CT Scanslice 128 yang nilainya mencapai Rp15 miliar, semen 40 Kg yang mencapai Rp70 ribu per-sak, keramik dinding ukuran 25X40 yang dihargai Rp121 ribu/m2 dan masih banyak lagi," papar Ahlun Najah.

"Yang lebih gila lagi, harga Pertalite tercantum Rp20.932 per liter. Jika begini, yang dapat untung banyak siapa? Pastinya para rekanan (pihak ketiga, red)," tambah Najah.

Melihat hal ini, Ahlun Najah berpendapat, dari aspek penggunaan anggaran pastinya akan terjadi inefisiensi atau pemborosan keuangan negara. 

Namun, ketika ditanya apakah Perbup tersebut merupakan indikasi perilaku koruptif yang terstruktur dan sistematis, ia enggan komentar.

"Itu menjadi ranah alat penegakkan hukum sebagai generasi muda, kami hanya menyuarakan agar pemerintahan berjalan sesuai harapan masyarakat," pungkasnya. 

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya