Berita

Tumpukan pasir kuarsa di lokasi penambangan di Desa Kumbo, Sedan, Rembang/RMOLJateng

Nusantara

Warga Rembang Tolak Penambangan Pasir Kuarsa yang Diduga Tak Berizin

SENIN, 27 JANUARI 2025 | 05:17 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Warga Desa Kumbo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, tegas menolak aktivitas tambang pasir kuarsa di desa mereka. Bahkan masyarakat sudah menggalang tanda tangan penolakan.

Selain diduga belum mengantongi izin, tambang tersebut dikhawatirkan dapat merusak lingkungan serta mengganggu sumber air. Lebih-lebih lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk, hanya sekitar 300 meter.

Sumber RMOLJawaTengah di Desa Kumbo menuturkan, sejak sebulan lalu ada pembuatan akses jalan. Pihak desa berdalih jalan itu merupakan jalan pertanian, tapi ternyata justru dipakai untuk lalu lintas truk tambang pasir kuarsa. Informasi yang ia terima, penambang berasal dari Jawa Timur.


“Kita sudah lakukan komplain soal itu, karena warga merasa seperti dibohongi. Apalagi masyarakat di dua RT jelas-jelas menolak keras,” ungkap warga yang enggan disebut namanya tersebut, Minggu 26 Januari 2025.

Ia mendesak pemilik tambang jangan hanya memikirkan kondisi sekarang, tapi dampak jangka panjang, karena kawasan yang ditambang termasuk daerah resapan air. Ia ingin kegiatan tambang yang telah berlangsung sekira 2 mingguan tersebut segera dihentikan.

Masyarakat setempat saat ini bingung harus mengadu kepada siapa, karena surat penolakan sudah disampaikan ke desa dan tembusannya sampai tingkat kecamatan.

Bahkan pihak provinsi Jawa Tengah juga sudah turun ke lokasi. Tapi aktivitas tambang masih terus berlanjut.

“Truk tambang masih hilir mudik. Padahal dinas terkait dari provinsi Jawa Tengah sudah pernah cek ke situ, memperingatkan soal izin. Tapi enggak digubris, penambangan malah semakin menjadi-jadi. Ini ada apa? Sebenarnya pak Kades membela kami, apa membela penambang?” keluhnya.

Jika diingatkan baik-baik, penambangan pasir kuarsa masih tetap nekat, warga siap bertindak dengan caranya sendiri.

“Kita akan gelar aksi mas, jika tidak ada penanganan signifikan. Teman-teman pegiat lingkungan dari luar daerah, juga siap mem-backup kalau aspirasi masyarakat tak direspons. Kami tidak pernah melarang warga menjual tanahnya, monggo silakan. Tapi jangan ditambang tanpa izin lengkap,” tandasnya.

Hingga saat ini, pengelola tambang belum bisa dihubungi. Sopir truk ketika ditanya juga enggan berkomentar, karena sebatas disuruh untuk mengangkut.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kumbo Kecamatan Sedan, Jami’an Ahmad, mengaku sudah mendengar keluh kesah masyarakat. Ia juga membenarkan izin penambangan pasir kuarsa di desanya masih dalam proses.

“Info yang kami terima IUP-nya masih dalam proses,” ungkapnya.

Jami’an berpendapat ada beberapa kesalahpahaman yang harus ia luruskan. Seperti tudingan truk tambang akan melintasi jalan tengah permukiman, tidaklah benar.

Sedangkan informasi menyangkut adanya lahan di perbukitan dengan tingkat kemiringan curam akan ditambang, Kades menimpali lokasi tersebut tidak akan ditambang.

“Saya sudah menemui sejumlah tokoh warga hari ini, terutama di RT 10. Ya memang ada yang bilang berhenti, tapi ada yang bilang lanjut, asal tidak menambang di lokasi yang dikhawatirkan warga,” imbuh Jami’an.

Sementara itu, Camat Sedan, Mundakir menyatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan dari BPD maupun pemerintah Desa Kumbo.

“Rencana akan kami konfirmasi ke Pemdes (Pemerintah Desa) Kumbo,” kata Mundakir.

Sedangkan Kapolsek Sedan, Iptu Suroto, menyebut hal itu akan ditanyakan kepada Kades Kumbo, karena informasi yang diterima hanya pembuatan jalan pertanian.

“Saya konfirmasi kadesnya dulu, katanya kemarin buat jalan pertanian,” pungkas Suroto. 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya