Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Trump Izinkan Pengiriman Bom 2.000 Pon ke Israel

MINGGU, 26 JANUARI 2025 | 09:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Beberapa hari setelah dilantik, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membuat kebijakan yang kontroversial dan bertentangan dengan pendahulunya, Joe Biden. 

Trump baru-baru ini mengumumkan akan mencabut pembatasan pasokan bom seberat 2.000 pon ke Israel, setelah sebelumnya pengirimannya ditunda-tunda oleh pemerintahan Biden karena alasan keamanan. 

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan bahwa proses pengiriman bom berbahaya itu sedang dilakukan di bawah komandonya.


"Banyak barang yang dipesan dan dibayar oleh Israel, tetapi belum dikirim oleh Biden, kini sedang dalam perjalanan!" tulisnya, seperti dimuat The New Arab pada Minggu, 26 Januari 2025.

Biden saat itu menghentikan pengiriman bom-bom besar pada bulan Mei sebagai bagian dari upaya untuk mencegah Israel melancarkan serangan habis-habisan di kota Rafah di Gaza selatan.

Sebulan kemudian, Israel berhasil menguasai kota itu, tetapi setelah sebagian besar dari 1 juta warga sipil yang tinggal atau berlindung di Rafah telah melarikan diri.

"Warga sipil telah terbunuh di Gaza sebagai akibat dari bom-bom itu dan cara-cara lain yang mereka lakukan untuk menyerang pusat-pusat populasi," kata Biden pada Mei 2024. 

Biden juga telah menahan 1.700 bom seberat 500 pon yang dikemas dalam pengiriman yang sama ke Israel, tetapi beberapa minggu kemudian bom-bom itu dikirim.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya