Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pidato Trump di Devos Bikin Pasar Saham AS Bersorak, S&P 500 Cetak Rekor Lagi

JUMAT, 24 JANUARI 2025 | 08:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat berakhir di zona hijau. S&P 500 Kembali mencetak rekor penutupan tertinggi.

Ketiga indeks utama Wall Street mencetak kenaikan hari keempat berturut-turut.

Dikutip dari Reuters, indeks berbasis luas S&P 500 ditutup menguat 32,34 poin, atau 0,53 persen, menjadi 6.118,71 pada perdagangan Kamis 23 Januari 2025 atau Jumat pagi WIB. 


Dow Jones Industrial Average terbang 408,34 poin, atau 0,92 persen, menjadi 44.565,07. Nasdaq Composite juga melesat 44,34 poin, atau 0,22 persen menjadi 20.053,68.

Saat ini, investor terus mewaspadai dampak dari pengenaan tarif yang akan diluncurkan Presiden Donald Trump. Namun, mereka menyambut baik komentar Trump di Davos, Swiss, kemarin. 

Trump dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, menuntut OPEC menurunkan harga minyak. Trump juga mendesak bank sentral memangkas suku bunga. 

Tetapi Trump juga memperingatkan para pebisnis bahwa mereka akan menghadapi tarif untuk produk yang dibuat di luar Amerika Serikat.

Menurut analis, investor khawatir bahwa tarif dapat menambah tekanan inflasi dan memperlambat laju pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve.

Sebelas sektor S&P 500 berakhir di area positif, setelah bergerak variatif di awal sesi.

Kenaikan terbesar terjadi pada sektor perawatan kesehatan, melonjak sekitar 1,35 persen, diikuti sektor industri yang menguat 0,96 persen.

Sektor utilitas memangkas kenaikan sebelumnya menjadi 0,47 persen. Perusahaan utilitas listrik mengungguli setelah Trump mengatakan kepada Forum Ekonomi Dunia bahwa Amerika Serikat membutuhkan energi dua kali lipat untuk mendukung operasi AI yang berkembang pesat.

Di perdagangan Kamis, Boeing dan Walt Disney mencatat keuntungan masing-masing 2,12 persen dan 2,05 persen.

Hal itu tidak diikuti oleh Coca-Cola yang sahamnya melorot 0,40 persen, begitu juga dengan Chevron yang anjlok 0,26.

Moderna dan GE Aerospace melonjak masing-masing 10,10 persen dan 6,60 persen.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya