Berita

Daging sapi beku impor/Net

Bisnis

Ribuan Ton Daging Kerbau dan Sapi Impor Siap Serbu Indonesia

JUMAT, 24 JANUARI 2025 | 06:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang melanda peternakan di Indonesia, pemerintah bertekad akan mendatangkan daging sapi dan kerbau ribuan ton dari luar negeri.

Hal itu guna mempersiapkan kebutuhan daging dalam negeri jelang momen Ramadan dan Idulfitri 2025.
 
“Pak Menteri Pertanian kan sampaikan, ada PMK, ada apa, nah itu yang harus dihitung. Sehingga diputuskan 180 ribu (ton) daging yang reguler,” kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu. 


Kendati tidak disebutkan dari negara mana, namun dari pengalaman beberapa tahun terakhir, Indonesia mengimpor daging beku dan sapi bakalan dari India dan Brasil. Padahal beberapa pakar kesehatan hewan menyebut, kedua negara tersebut belum tentu dinyatakan bebas PMK.

Lanjut Arief, penugasan impor ini telah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kebutuhan pasar domestik dan konversi dari sapi bakalan menjadi karkas atau daging siap konsumsi.

"Kalau daging kerbau kan setiap tahun kurang lebih 100 ribu ton. Kalau daging kerbau ya biasanya BUMN (Badan Usaha Milik Negara), karena daging kerbau itu biasanya memang untuk stabilisasi," jelasnya.

Berdasarkan data 2024, total kebutuhan daging sapi-kerbau nasional mencapai 774.410 ton dengan produksi dalam negeri diprediksi mencapai 488.959 ton.

Namun dengan maraknya PMK di berbagai daerah di Indonesia, produksi dalam negeri dipastikan mengalami penurunan. Sudah tentu untuk menutupi kebutuhan itu pemerintah akan meningkatkan jumlah impor.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya