Berita

Anggota Komisi XI DPR, Ahmad Najib Qodratulah/Ist

Bisnis

Komisi XI Dorong Teknologi Blockchain demi Mendukung Industri Kripto

KAMIS, 23 JANUARI 2025 | 19:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penggunaan teknologi blockchain sangat penting dalam menciptakan era baru industri kripto.

Blockchain merupakan sebuah sistem pencatatan data yang terintegrasi secara digital teknologi dan bisa menjadi pasar yang luas dalam sektor bisnis.

Demikian antara lain disampaikan Anggota Komisi XI DPR, Ahmad Najib Qodratulah yang memprediksi teknologi blockchain ini sebagai inovasi terpenting dalam dunia digital saat ini.


"Adanya blockchain membuat peluang ekosistem digital lokal semakin terbuka lebar. (Blockchain) juga solusi keamanan yang terpercaya, cepat, efisien, dan transparan," kata Najib di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2025.

Berkaitan dengan industri kripto, Najib mengingatkan agar dibarengi dengan regulasi yang memadai demi melindungi konsumen, selain sudah ada UU 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Najib mengungkapkan, pertumbuhan jumlah investor kripto di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan data Kemendag, transaksi aset kripto di Indonesia naik signifikan hingga Rp556,53 triliun tahun 2024, dari Rp149,25 triliun di tahun 2023.

"Sehingga sangat disayangkan kalau kemudian masyarakat tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut," pungkas politisi PAN ini.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya