Berita

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Rapat Paripurna Kabinet Merah Putih di Istana Jakarta/RMOL

Politik

Bulan Depan Prabowo Wajibkan Perusahaan Ekspor Setor ke Bank Negara

RABU, 22 JANUARI 2025 | 17:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perusahaan-perusahaan Indonesia akan diwajibkan menyimpan hasil penjualan ekspornya di perbankan milik negara.

Rencana kebijakan itu disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pembukaan sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2025.

Prabowo mengaku dalam waktu dekat akan mewajibkan perusahaan-perusahaan penerima kredit dari bank pemerintah juga menyetor hasil penjualannya ke bank tersebut.


"Saya kira dalam waktu dekat akan mewajibkan perusahaan-perusahaan yang menerima kredit dari bank pemerintah harus menempatkan hasil penjualan ekspornya di bank di Indonesia," kata Prabowo.

Kebijakan itu dinilai wajar karena modal yang mereka gunakan untuk melakukan ekspor bersumber dari uang rakyat.

"Ini masuk akal, mereka berusaha dengan dana yang bersumber dari rakyat Indonesia dan hasil penjualannya ditaruh di bank-bank di Indonesia," kata Prabowo.

Nantinya, rencana kebijakan tersebut diharapkan bisa dilaksanakan bulan depan.

"Ini saya kira akan segera keluar dan akan berlaku kurang lebih sebulan yang akan datang. Jadi ini adalah sesuatu yang logis dan masuk akal," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya