Berita

Presiden Prabowo Subianto/Ist

Politik

Gerakan Institute:

Quick Win Prabowo di 100 Hari Kerja Dirasakan Masyarakat

Optimis Ekonomi Melonjak
RABU, 22 JANUARI 2025 | 10:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kinerja Presiden Prabowo Subianto memimpin pemerintahan dalam kurun waktu 100 hari kerja dinilai telah menjalankan program-program prioritas yang bisa dirasakan langsung masyarakat. 

Direktur Eksekutif Gerakan Institute, Ahmad Nasir Siregar memandang, kepemimpinan Presiden Prabowo tidak bisa diragukan, karena telah memiliki pondasi yang jelas sejak sebelum memimpin Indonesia. 

"Jauh sebelum menjadi Presiden, gagasan-gagasan Presiden Prabowo soal kebangsaan dan ke-Indonesiaan telah terekam dalam bukunya, 'Paradoks Indonesia', berisi pandangan strategisnya yang bermuara pada gagasan pokok pentingnya menjaga kedaulatan dan kemandirian bangsa sesuai cita-cita founding fathers," ujar Nasir kepada RMOL, Rabu 22 Januari 2025.


Karena hal tersebut, Nasir menilai wajar apabila masyarakat bisa dengan cepat merasakan dampak dari kepemimpinan Presiden Prabowo. 

Padahal, dia memperhatikan, sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 Presiden ke-8 RI dihadapkan berbagai tantangan yang tidak mudah. 

"Namun demikian, menuju 100 hari kerja pertama, Presiden Prabowo berhasil mengeksekusi berbagai program hasil terbaik cepat (quick win)," kata Nasir. 

Menurutnya, terdapat sejumlah program yang telah dijanjikan Presiden Prabowo direalisasikan hanya dalam kurun waktu 100 hari kerja, atau masuk kategori program quick win karena berdampak langsung pada kehidupan anak bangsa. 

"Beberapa program bahkan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), terkendalinya harga BBM, harga pangan, turunnya harga tiket pesawat dan biaya haji, melengkapi gerak cepat Prabowo dalam merealisasikan janji politiknya," kata Nasir.

Sebagai bukti masyarakat merasakan langsung kinerja Prabowo sebagai Presiden, dijelaskan Nasir, dapat disaksikan dari hasil survei yang keluar baru-baru ini mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kepala negara sekaligus kepala pemerintahan periode 2024-2029 tersebut. 

"Kebijakan populis Prabowo seperti program MBG, pembatalan sebagian PPN dan tes kesehatan gratis, menjadi faktor utama tingginya approval rating pemerintah. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran, bahkan menyentuh angka 80,9 persen berdasarkan Survei Litbang Kompas, Januari 2025," kata Nasir. 

"Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan kinerja 100 hari Pemerintahan Jokowi-JK pada tahun 2015 lalu sebesar 65,1 persen. Sebagai Presiden, Prabowo mampu mengelola harapan publik dengan baik," sambung Nasir. 

Di samping itu, penulis buku "Manifesto Politik HMI" tersebut juga menyambut positif terobosan yang dilakukan Presiden Prabowo atas keikutsertaan Indonesia dalam organisasi kerja sama ekonomi antarnegara BRICS, karena diperkirakan akan menjadi terobosan penting dalam membaca perkembangan geopolitik global. 

"Prioritas BRICS dianggap selaras dengan program kerja Kabinet Merah Putih seperti ketahanan pangan dan energi. Prabowo tampaknya ingin mengartikulasikan semangat independensinya dengan memilih jalan bebas aktif nonblok, dan menjadi sahabat semua negara seraya mengantisipasi dampak domestik dari dari kebijakan pemimpin Amerika Serikat, Presiden Donald Trump," kata Nasir. 

Oleh karena terobosan dan juga keberhasilan program 100 hari kerja pemerintahannya, Nasir meyakini target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dipatok Presiden Prabowo bukan utopia, meskipun harus diakui ada sejumlah tantangan eksternal yang membayangi perekonomian nasional.

"Mulai dari tekanan geopolitik global, fluktuasi harga komoditas, dampak ketegangan di sejumlah kawasan, dampak perubahan iklim, hingga persoalan cuaca ekstrem yang berpengaruh pada ekonomi global," paparnya. 
 
Namun demikian, Nasir berpendapat di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, ada optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di mana dia memperkirakan, pada triwulan III 2024 tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 4,95 persen (year-on-year) atau 5,03 persen (quarter-to-quarter). 

"Angka yang lebih tinggi jika dibanding negara seperti Thailand (3 persen) dan Korea Selatan (1,5 persen) ini mencerminkan ketahanan dan daya saing ekonomi Indonesia," jelasnya. 

Optimisme itu, lanjut Nasir, juga terlihat di sektor riil. Indikatornya adalah purchasing managers' index manufaktur Indonesia yang berada di level ekspansif 51,2 persen pada Desember 2024. Angin segar di sektor manufaktur didorong oleh permintaan domestik yang kuat serta optimisme konsumen yang stabil. 

"Oleh karena itu, sejumlah program strategis yang tercakup dalam Asta Cita, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen harus disertai dengan political will yang kuat dari Presiden beserta anggota kabinetnya," demikian Nasir.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya