Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Kebijakan Baru Trump Bikin Harga Minyak Dunia Anjlok

RABU, 22 JANUARI 2025 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Berita kurang menyenangkan datang dari pasar minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang mengalami penurunan lebih dari 2 persen setelah Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk mengenakan tarif pada mitra dagang utamanya.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Maret turun 67 sen menjadi 76,72 Dolar AS per barel, pada Selasa 21 Januari 2025, atau Rabu WIB. 

Sementara patokan global Brent turun 11 sen menjadi 80,04 Dolar AS per barel. 


Setelah pelantikannya pada Senin, Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap impor dari Kanada dan Meksiko mulai 1 Februari 2025.  Langkah ini berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memengaruhi permintaan bahan bakar.

Selain itu, Trump juga menandatangani serangkaian perintah eksekutif yang bertujuan meningkatkan produksi bahan bakar fosil dalam negeri. Langkah-langkah ini termasuk mempercepat perizinan untuk produksi minyak, gas, dan listrik guna memaksimalkan produksi energi AS.  

Persiden juga mengumumkan keadaan darurat energi nasional, menarik AS dari Perjanjian Paris tentang iklim, dan mencabut larangan pengeboran minyak dan gas lepas pantai yang diberlakukan pada era pemerintahan sebelumnya. 

Kebijakan-kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan pasokan minyak domestik, yang dapat menekan harga minyak global. Namun, ancaman tarif terhadap Kanada dan Meksiko, yang merupakan pemasok utama minyak ke AS, menimbulkan ketidakpastian di pasar energi. 

Jika tarif tersebut diterapkan, harga minyak dapat terdampak lebih lanjut, mengingat sebagian besar ekspor minyak Kanada ditujukan ke AS dan dijual dengan diskon terhadap WTI.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya