Berita

Coast Guar Tiongkok menghalau kapal Filipina di peraitan Laut China Selatan.

Dunia

India Telah Jadi Penyeimbang Sekunder di Laut China Selatan

RABU, 22 JANUARI 2025 | 09:18 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Bulan Maret tahun lalu Filipina meluncurkan Konsep Pertahanan Kepulauan Komprehensif (CADC) untuk melindungi perairan teritorial dan zona ekonomi eksklusif (ZEE) negara itu. Salah satu hal penting dari konsep pertahanan itu adalah mencegah agresifitas Tiongkok di Laut China Selatan. Di saat hampir bersamaan India juga mulai memberikan perhatian serius pada tatanan maritim berbasis aturan di Laut China Selatan.

Kedua kondisi ini bertemu dan bermuara pada peningkatan kerja sama pertahanan kedua negara beberapa tahun belakangan ini. 

Demikian antara lain disampaikan mahasiswa doktoral pada Centre for Indo-Pacific Studies, Jawaharlal Nehru University, New Delhi, Harshit Prajapati dan Prisie L Patnayak, dalam artikel yang dimuat South Asian Voices, pekan lalu, Kamis, 16 Januari 2025.


Peningkatan kerja sama kedua negara itu dapat dilihat dari kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Manila pada bulan November 2017 di mana kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama industri pertahanan dan logistik. Lalu pada bulan Agustus 2023, sebuah MoU juga ditandatangani penjaga pantai kedua negara untuk meningkatkan kerja sama maritim. MoU ini diikuti dengan penandatanganan prosedur operasi standar untuk bertukar informasi pengiriman barang. Angkatan Laut India dan Filipina juga tengah mengupayakan kerja sama hidrografi.

Kemudian di bulan September tahun lalu, Komite Kerja Sama Pertahanan Bersama (JDCC) India-Filipina yang didirikan berdasarkan MoU Kerja Sama Pertahanan tahun 2006 ditingkatkan dan selanjutnya, Komite Gabungan Industri Pertahanan dan Logistik (JDILC) dibentuk berdasarkan MoU tentang kerja sama industri pertahanan dan logistik.

Dialog maritim Jalur 1 bulan lalu dibangun atas keberhasilan dialog maritim Jalur 2 yang diselenggarakan antara National Maritime Foundation of India dan Stratbase ADR Institute of the Philippines pada September 2023.

Dalam artikel itu disebutkan, mengingat kemampuan militer Filipina yang masih baru, keterlibatan pertahanan dengan India diharapkan dapat membantu Manila dalam menerapkan dan mengoperasionalkan CADC.

“India telah membantu angkatan bersenjata Filipina dengan pengembangan kapasitas, misalnya, dengan memberikan pendidikan dan pelatihan militer kepada personelnya. Pada bulan November 2023, India juga menawarkan tujuh helikopter kepada Penjaga Pantai Filipina, yang dapat digunakan dalam misi kemanusiaan maupun misi keamanan aktif,” tulis Prajapati dan Patnayak.

Di sisi lain, New Delhi disebutkan memperoleh banyak keuntungan dari investasi ini . Peningkatan kapasitas angkatan bersenjata Filipina akan meningkatkan kredibilitas India sebagai mitra pertahanan yang andal di Indo-Pasifik.

Selain itu, program modernisasi militer Filipina yang ambisius menghadirkan peluang yang menguntungkan bagi industri pertahanan India untuk meningkatkan ekspor pertahanan. Kemitraan dengan Filipina juga dapat terbukti sangat penting bagi India di tahun-tahun mendatang karena ingin memproyeksikan pengaruhnya jauh ke dalam Indo-Pasifik.

“Banyak negara di Asia Tenggara telah memandang India sebagai ‘penyeimbang sekunder’ terhadap meningkatnya pengaruh Tiongkok, dan keterlibatan dengan Filipina merupakan cara bagi India untuk membangun kehadiran dan kredibilitasnya di kawasan tersebut,” tulis mereka lagi.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya