Berita

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera/Istimewa

Politik

Usulan Donald Trump Relokasi 2 Juta Warga Palestina ke Indonesia, Absurd!

SELASA, 21 JANUARI 2025 | 14:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang ingin merelokasi sementara sebagian dari 2 juta penduduk Gaza ke Indonesia dinilai absurd. 

Hal itu disampaikan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 21 Januari 2025. 

Mardani mengatakan, usulan Donald Trump sering kali di luar kebiasaan masyarakat umum. 


“Ngambil Panama lah, teluk Meksiko jadi teluk Amerika, termasuk ingin memindahkan relokasi warga Gaza ke Indonesia. Relokasi itu bukan urusan Donald Trump, harus ditanya kepada warga Gaza,” kata Mardani. 

Khusus untuk Palestina, Mardani menegaskan bahwa sikap politik dan kemanusiaan Indonesia sangat jelas mendukung. Hanya saja, dalam konteks merelokasi 2 juta warga Palestina itu hal yang berbeda.    

“Bahwa Indonesia siap membantu Palestina, apalagi masyarakat Gaza, itu sangat jelas dan benar. Nah, yang patut jadi pertanyaan menggelitik kenapa nyebut nama Indonesia (target relokasi jutaan warga Gaza), Donald Trump,” kata Legislator PKS ini. 

Oleh karena itu, Mardani justru bertanya-tanya mengenai motif usulan Donald Trump tersebut.   

“Saya berpendapat husnuzon, karena Indonesia dianggap salah satu negara yang sangat komit, sangat konsisten, mendukung kemerdekaan Palestina, membantu warga Palestina,” ujarnya. 

“Ada bagiannya di titik itu, tapi usulannya absurd. Karena ketika sudah dipindahkan, kalau diambil Israel bagaimana?” demikian Mardani.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjajaki proposal kontroversial untuk merelokasi sementara sebagian dari 2 juta penduduk Gaza ke negara lain. 

Mengutip laporan NBC News pada Senin, 20 Januari 2025, Indonesia disebut menjadi salah satu negara potensial yang akan menjadi tujuan relokasi warga Gaza. 

"Negara tuan rumah sementara dipertimbangkan untuk menampung pengungsi (Gaza) adalah Indonesia," ungkap laporan tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya