Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Telkom Hadirkan Solusi Komunikasi Terintegrasi di Institusi Pendidikan

SELASA, 21 JANUARI 2025 | 00:07 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Berbagai informasi penting di lingkungan institusi pendidikan, seperti jadwal ujian hingga perubahan aturan, sudah semestinya tersampaikan dengan cepat dan tepat kepada civitas akademika maupun para orang tua. Namun, sering kali penyampaian informasi penting tersebut tersendat bahkan tidak tersampaikan. 

Tantangan serupa menjadi realitas yang dihadapi oleh banyak institusi pendidikan. Di tengah dinamika tersebut, Omni Communication Assistant (OCA) Indonesia, salah satu produk unggulan dari PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom), menjadi solusi yang dirancang khusus untuk mengatasi kendala komunikasi di dunia pendidikan dengan memanfaatkan teknologi omnichannel.

Saluran komunikasi yang tidak terstruktur dan tersebar di banyak platform seperti email, SMS, aplikasi pesan, hingga aplikasi internal, kerap tidak terintegrasi sehingga pesan-pesan penting terabaikan atau bahkan tidak tersampaikan secara efektif. Masalah ini umumnya disebabkan oleh penyebaran informasi yang tidak seragam dan terpisah di berbagai saluran komunikasi, sehingga kerap membuat bingung penerima pesan.


Tidak hanya itu, terbatasnya jumlah staf administrasi untuk merespons pertanyaan atau melayani permintaan informasi, mengakibatkan banyak pertanyaan yang tidak terjawab tepat waktu, terutama ketika menyangkut informasi seputar biaya pendidikan, jadwal akademik, atau informasi pendaftaran.

Dengan memanfaatkan sistem yang terintegrasi, OCA memberikan akses kepada seluruh pihak yang terlibat dalam institusi pendidikan untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan melalui berbagai kanal komunikasi, seperti WhatsApp, SMS, email, termasuk media sosial, tanpa harus berpindah-pindah platform.

“OCA memberikan kemudahan bagi institusi pendidikan untuk mengelola komunikasi secara lebih efisien, terstruktur, dan responsif melalui integrasi fitur cerdas yang dihadirkan. Kami di Telkom berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan Indonesia melalui solusi yang tidak hanya mempercepat komunikasi, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah dengan siswa dan orang tua,” ujar EVP Digital Business & Technology Telkom Komang Budi Aryasa dalam keterangannya, Senin, 20 Januari 2025.

Selain mengintegrasikan berbagai kanal komunikasi, OCA juga mendukung penggunaan fitur Customer Relationship Management (CRM), untuk membantu staf administrasi melihat dan menyimpan riwayat setiap interaksi yang pernah dilakukan. Solusi ini tidak hanya menghemat waktu respons, tetapi juga menciptakan pengalaman yang lebih personal dan konsisten.

Keunggulan lain dari OCA yang membedakannya dengan layanan serupa adalah kemampuannya dalam memanfaatkan teknologi chatbot. Pertanyaan berulang yang sering ditanyakan kepada institusi pendidikan seperti jadwal akademik, persyaratan masuk, dan informasi program studi, dapat dijawab otomatis dengan chatbot cerdas OCA, bahkan di luar jam kerja.

Teknologi chatbot dari OCA juga dilengkapi dengan fitur laporan untuk memantau jumlah pesan yang masuk serta waktu respons. Misalnya, jika data menunjukkan adanya keterlambatan dalam merespons pertanyaan seputar pendaftaran, institusi bisa mengambil tindakan dengan menyesuaikan alokasi staf atau menambahkan chatbot untuk mengatasi lonjakan pertanyaan.

Sejalan dengan komitmen Telkom dalam mendorong keberlanjutan melalui teknologi yang ramah lingkungan, OCA membantu institusi pendidikan mengurangi ketergantungan pada sumber daya fisik seperti kertas, yang sering kali digunakan untuk pengumuman atau komunikasi internal.

Institusi pendidikan yang ingin meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi komunikasi, OCA juga menawarkan konsultasi gratis untuk memahami kebutuhan spesifik dan memberikan rekomendasi solusi yang paling tepat.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya