Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Wall Street: Saham Chip Jatuh, Nvidia Rugi 1,97 Persen

SELASA, 14 JANUARI 2025 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Amerika Serikat  ditutup bervariatif. 

Dikutip dari Reuters, Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 358,67 poin, atau 0,86 persen, menjadi 42.297,12 pada perdagangan Senin 13 Januari 2025 waktu setempat atau Selasa pagi WIB.

S&P 500 naik 9,18 poin, atau 0,16 persen, menjadi 5.836,22. Sementara Nasdaq Composite Index turun 73,53 poin, atau 0,38 persen, menjadi 19.088,10.


Pasar terus mencermati dan mengkaji strategi investasi menyusul data ekonomi terkini. 

Namun, tarif yang dijanjikan oleh Presiden terpilih Donald Trump juga memicu kekhawatiran tentang inflasi.

Imbal hasil US Treasury menguat, dengan yield obligasi acuan 10-tahun menyentuh level tertinggi dalam 14 bulan sebesar 4,805 persen, dan terakhir naik 1,6 basis poin menjadi 4,79 persen.

Analis mengatakan, ada kekhawatiran tentang angka inflasi yang lebih tinggi. 

"Saya tidak begitu yakin itu benar-benar terjadi, tetapi itulah kekhawatiran di sini dan akan butuh waktu sebelum kita melihat suku bunga yang lebih rendah lagi," kata Tim Ghriskey, analis Ingalls & Snyder di New York.

Dow Jones didorong oleh lonjakan 3,93 persen saham UnitedHealth Group setelah pemerintahan Presiden Joe Biden mengusulkan tarif penggantian biaya 2026 untuk rencana Medicare Advantage yang dijalankan perusahaan asuransi swasta.

Sektor energi naik 2,25 persen, kenaikan harian terbesar dari 11 sektor utama S&P. Ini didorong oleh harga minyak mentah yang terus menanjak. Sanksi Amerika Serikat yang lebih keras terhadap minyak Rusia akan memaksa pembeli di India dan China beralih ke pemasok lain.

Saham chip anjlok. Nvidia kehilangan 1,97 persen setelah pemerintah AS mengatakan akan lebih membatasi ekspor chip dan teknologi kecerdasan buatan. 

Moderna juga anjlok 16,8 persen, menjadikannya emiten berkinerja terburuk di S&P 500. 

Jumlah saham yang menurun melebihi saham yang naik dengan rasio 1,02:1 di NYSE , dan rasio 1,4:1 di Nasdaq.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya