Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro ketika menutup “Festival Anti-Fasis Internasional untuk Dunia Baru”, Sabtu, 11 Januari 2025 di La Carlota Convention Center di Caracas./RMOL

Dunia

Festival Anti-Fasis Sedunia Ditutup Maduro, Forum Caracas Sepakati Sejumlah Program Aksi

MINGGU, 12 JANUARI 2025 | 17:50 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Sehari setelah dilantik sebagai kepala negara Venezuela untuk periode 2025-2031, Presiden Venezuela Nicolás Maduro menutup “Festival Anti-Fasis Internasional untuk Dunia Baru”, Sabtu, 11 Januari 2025 di La Carlota Convention Center di Caracas. Lebih dari 2.000 delegasi dari 125 negara berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan Instituto Simon Bolivar (ISB) itu.

Wakil Menteri Luar Negeri, Rander Peña, ketika membuka kegiatan mengatakan, festival ini diselenggarakan sebagai respon terhadap kelompok ekstrimis sayap kanan yang berusaha menggagalkan kemenangan Maduro dalam pemilihan presiden Juli tahun lalu. 

Dengan bantuan dan dukungan kekuatan asing yang selama ini ingin menghancurkan revolusi kerakyatan Republik Bolivarian Venezuela, kelompok ekstrimis sayap kanan melakukan aksi kekerasan untuk mengganggu stabilitas negara dan merebut kekuasaan.


Wamenlu Peña juga mengatakan, festiva kali ini merupakan kelanjutan dari dua kegiatan serupa yang digelar tahun lalu untuk mengidentifikasi agenda aksi politik melawan fasisme.

Pertemuan pertama adalah Kongres Antifasis Dunia Pertama di Caracas yang digelar pada 11 dan 12 September 2024 yang dihadiri lebih dari 1.200 delegasi dari 96  negara. Hasil dari pertemuan pertama ini adalah pembentukan Antifasis Internasional dengan Caracas sebagai ibukotanya. 

Dua bulan kemudian, di awal November lebih dari 300 anggota parlemen dari 72 negara mendirikan Cabang Dunia Parlemen Antifasis di Caracas, yang diikuti oleh Kongres Dunia Pemuda dan Mahasiswa Antifasis, di mana Sekolah Antifasis Dunia.

Lalu usai pelantikan Maduro pada hari Jumat, 10 Januari 2025, lebih dari 2.000 delegasi asing yang hadir di Caracas ikut bersumpah bersama dengan rakyat Venezuela membela Revolusi Bolivarian.

“Kepada Anda kaum fasis, kami katakan: Kami tidak meminta gencatan senjata, tetapi kami juga tidak akan memberikannya,” ujar Wamenlu Peña.

Forum Caracas

Salah satu poin utama rencana aksi yang disepakati dalam Festival ini adalah pembentukan lembaga think tank yang diberi nama Forum Caracas. Lembaga ini diharapkan menjadi ruang untuk menganalisis dan menyusun rencana aksi anti-fasis  serta membangun strategi perlawanan konkret di setiap negara, kawasan, dan benua.

Forum Caracas dimaksudkan sebagai tempat pertemuan untuk berbagi pengalaman, mengembangkan perangkat teoritis dan praktis, dan mengoordinasikan tindakan mobilisasi yang mendorong perjuangan untuk dunia yang lebih adil dan setara.

Selain itu itu, juga disepakati pertemuan global besar yang akan diselenggarakan pada paruh pertama tahun 2025, yang akan menjadi titik balik dalam pembangunan jaringan perlawanan anti-fasis global ini.

Singkatnya, ini adalah komitmen terhadap persatuan masyarakat dan gerakan sosial untuk menghentikan kemajuan kekuatan reaksioner dan membangun dunia di mana solidaritas, keadilan, dan perdamaian menang.

“Festival Anti-Fasis Internasional untuk Dunia Baru” juga menyepakati sejumlah program aksi seperti konsolidasi cabang Anti-fasis Internasional di setiap negara, kawasan, dan benua, dengan membangun platform global di bawah Sekretariat Eksekutif.

Peluncuran kamp pelatihan bagi para pemimpin muda yang berkomitmen membangun dunia baru dan peluncuran gerakan perempuan anti-fasis akan diselengagrakan di bulan Maret. 

Juga disepakati pertemuan keagamaan anti-fasis, kongres masyarakat adat anti-fasis, dan pertemuan para ahli hukum anti-fasis.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya