Berita

Prof. Hasjim Djalal (kiri) ketika menerima Lifetime Achievement dari pendiri Kantor Berita RMOL Teguh Santosa tahun 2014./RMOL

Nusantara

Pakar Hukum Laut Indonesia Prof. Hasjim Djalal Tutup Usia

MINGGU, 12 JANUARI 2025 | 17:43 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kabar duka datang dari dunia kelautan Indonesia. Beredar di grup Whatsapp, pakar hukum laut Indonesia, Prof. Hasjim Djalal telah menghembuskan nafas terakhir pada usia 90 tahun di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu, 12 Januari 2025.

“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun, telah meninggal dunia Prof. DR. Hasjim Djalal, M.A sore ini pukul 16.40 WIB di RS Pondok Indah. Mohon dimaafkan segala kesalahan & kekhilafan almarhum,” bunyi pesan yang di-share mantan Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Zulficar Mochtar di grup WA OCEAN HUB, dikutip RMOL.

Redaksi mencoba menghubungi pihak keluarga, namun belum mendapat respons.


Prof. Hasjim Djalal merupakan tokoh yang berperan penting dalam pengesahan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982. Pengesahan itu menjadi tonggak perjuangan maritim Indonesia di kancah dunia internasional.

Melalui UNCLOS 1982, perjuangan panjang Indonesia sebagai negara kepulauan sejak Deklarasi Djuanda 1957 mendapat pengakuan dunia. Luas teritorial Indonesia pun bertambah menjadi 6,2 juta km persegi beserta zona ekonomi eksklusif (ZEE).

Saat itu, Prof. Hasjim menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk PBB (1981-1983). Sebelumnya ia juga sempat terlibat dalam pembahasan konvensi hukum laut internasional di PBB.

Pria kelahiran Agam, Sumatera Barat tahun 1934 ini malang melintang membawa nama merah putih harum di dunia internasional. Ia pernah menjadi duta besar di Kanada (1983-1985), duta besar di Jerman (1990-1993), serta duta besar keliling pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan BJ Habibie.

Prof. Hasjim juga dipercaya untuk duduk sebagai anggota Dewan Maritim Indonesia, penasihat senior Menteri Kelautan dan Perikanan, dan penasihat kepala staf TNI Angkatan Laut (KSAL) serta di kantor Menteri Percepatan Pembangunan Indonesia Timur, Ketua & Presiden Otoritas Dasar Laut Internasional.

Ia menerima gelar Master of Law dari Universitas Virginia yang merupakan mahasiswa Indonesia pertama di Universitas tersebut. Ayah dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, ini juga banyak menorehkan karya di bidang hukum laut.

Karier Hasjim cukup cemerlang. Dia pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk PBB (1981-1983), duta besar di Kanada (1983-1985), duta besar di Jerman (1990-1993), serta duta besar keliling pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan BJ Habibie.

Prof. Hasjim juga dipercaya untuk duduk sebagai anggota Dewan Maritim Indonesia, penasehat senior Menteri Kelautan dan Perikanan, menjadi penasehat Kepala Staf TNI Angkatan Laut, berkantor di Kementerian Percepatan Pembangunan Indonesia Timur, dan menjabat Ketua Presiden Otoritas Dasar Laut Internasional.

Prof. Hasjim menerima gelar Master of Law dari Universitas Virginia di mana ia menjadi mahasiswa Indonesia pertama di Universitas tersebut.

Sejumlah buku yang ditulisnya antara lain berjudul Indonesian Struggle for the Law of the Sea (1979) dan Indonesia and the Law of the Sea (1995) serta Preventive Diplomacy in Southeast Asia: Lesson Learned (2003). Setelah pensiun tahun 1994, dia masih aktif menulis buku dan artikel di berbagai media serta berbicara di berbagai forum tentang masalah hukum laut internasional.

Atas sumbangsihnya yang begitu besar untuk bangsa dan negara, pada tahun 2014 Kantor Berita Politik RMOL memberikan penghargaan Lifetime Achievement untuk Prof. Hasjim.

Kini sang pakar hukum laut telah meninggalkan kita semua. Karya-karyanya akan tetap abadi sebagai tinta emas perjalanan Indonesia menuju negara maritim. Selamat jalan Prof. Hasjim...

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya