Berita

Anthony Budiawan (Tangkapan layar/RMOL)

Politik

Jokowi Harusnya Peringkat Satu Dunia Pemimpin Terkorup

MINGGU, 12 JANUARI 2025 | 10:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) seharusnya menduduki peringkat pertama dalam perlombaan melakukan kriminal dan korupsi terorganisir dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Pakar ekonomi Profesor Anthony Budiawan menuturkan jika Bashar Al Assad peringkat pertama lantaran sudah beberapa tahun melakukan kejahatan dan korupsi di negaranya, maka Jokowi juga seharusnya masuk peringkat pertama kategori tersebut. 

“Jokowi di dalam ini, evaluasi mereka lima tahun terakhir. Lima tahun terakhir bisa masuk begitu berarti kalau kita bicara periode lima tahunan mungkin dia nomor satu,” kata Anthony Budiawan dalam kanal Youtube Bicara DR Ahmad Yani, dikutip Minggu, 12 Januari 2025.


Anthony mengurai bahwa ada beberapa kebijakan nyeleneh yang diduga tindak pidana korupsi, namun masyarakat seolah tidak mengejutkan dilakukan Jokowi. 

“Makanya saya katakan buat mayoritas masyarakat Indonesia yang saya kenal juga, kok kelihatannya tidak mengejutkan,” jelasnya.

Pasalnya, lanjut Anthony, Jokowi kerap manipulatif ketika mengeluarkan kebijakan dan dorongan untuk bertindak koruptif itu terjadi ketika menjabat sebagai presiden.

“Jadi memang kita lihat indikasi-indikasi permasalahan di masa Jokowi membuat kebijakan yang bersifat manipulatif dan juga akan mendorong koruptif,” tegasnya.

“Dalam arti bahwa dia mementingkan kelompoknya, sehingga bisa merugikan keuangan negara pada saat itu,” sambungnya.

Dengan melakukan kejahatan dan korupsi secara terorganisir itulah, Jokowi sudah tepat masuk nominasi pemimpin paling koruptif di dunia. 

“Nah itu yang dimaksud organized crime and corruption. Jadi terorganisir,” tutupnya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya