Berita

Dari kiri ke kanan: Vivek Ramaswamy, Kash Patel and Jay Bhattacharya./NBC

Dunia

Keturunan India di AS akan Tempati Sejumlah Posisi Penting di Kabinet Trump

SABTU, 11 JANUARI 2025 | 02:05 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Sejumlah warga AS keturunan India diperkirakan akan menempati posisi penting dalam pemerintahan Trump mendatang. 

Mereka antara lain adalah Kash Patel yang berpeluang menjadi direktur FBI, juga Vivek Ramaswamy yang bersama Elon Musk akan memimpin proyek nonpemerintah baru yang disebut Departemen Efisiensi Pemerintah.

Selain itu ada Harmeet Dhillon dan Jay Bhattacharya bersiap untuk memainkan peran kunci potensial di Departemen Kehakiman dan Institut Kesehatan Nasional.


Satu nama lagi di atas itu semua adalah Usha Vance, istri Wakil Presiden terpilih JD Vance yang akan menjadi second lady.

Singkatnya, keturunan India Amerika mungkin merupakan kelompok minoritas yang paling terwakili dengan baik di tim Trump-Vance.

Baru-baru ini, American Center di New Delhi menyelenggarakan diskusi panel bertema “Diaspora India – Mendefinisikan Keberhasilan di Amerika Serikat” yang menyoroti kontribusi dan pengaruh mendalam komunitas India di Amerika.

Diaspora India di Amerika Serikat, yang berjumlah lebih dari 4,5 juta, dinilai sebagai salah satu komunitas imigran terbesar dan tersukses di negara ini.

Dengan akar yang membentang di seluruh lanskap budaya dan regional India yang beragam, kelompok ini secara konsisten menunjukkan keunggulan dalam berbagai domain, termasuk teknologi, kedokteran, akademisi, politik, dan seni.

Orang India Amerika juga termasuk di antara kelompok etnis yang paling terdidik dan makmur secara ekonomi di AS, dengan pendapatan rumah tangga rata-rata yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata nasional.

Salah satu landasan keberhasilan diaspora India adalah penekanan pada pendidikan. Secara tradisional, keluarga India memprioritaskan prestasi akademis, sering kali melihatnya sebagai pintu gerbang menuju mobilitas sosial-ekonomi.

Etos budaya ini telah diterjemahkan dengan mulus ke dalam konteks Amerika, di mana para imigran India telah unggul dalam bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta disiplin profesional lainnya.

Masuknya banyak profesional India yang sangat terampil ke AS, khususnya melalui program-program seperti visa H-1B, menggarisbawahi kecakapan akademis dan teknis komunitas tersebut.

Universitas di seluruh Amerika Serikat menampung ribuan mahasiswa India setiap tahun, banyak di antaranya yang terus memberikan kontribusi signifikan pada bidang pilihan mereka.

Orang India Amerika juga telah membuat jejak yang tak terhapuskan dalam bidang kewirausahaan dan inovasi.

Dari raksasa teknologi global terkemuka seperti Google dan Microsoft hingga mendirikan perusahaan rintisan yang telah mengganggu industri, dampak mereka tidak dapat disangkal.

Sundar Pichai dan Satya Nadella, masing-masing CEO Google dan Microsoft, merupakan lambang kepemimpinan diaspora dalam bidang teknologi.

Di luar sektor teknologi, pengusaha India telah unggul dalam berbagai industri, termasuk perawatan kesehatan, keuangan, dan perhotelan.

Menurut laporan tahun 2022 oleh National Foundation for American Policy, pendiri asal India memimpin lebih dari seperempat dari semua perusahaan rintisan AS yang bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS.

Representasi Politik

Pengaruh politik diaspora India yang semakin besar di Amerika Serikat merupakan bukti lain dari keberhasilannya.

Tokoh-tokoh seperti Wakil Presiden Kamala Harris, yang ibunya beremigrasi dari India, dan anggota Kongres seperti Pramila Jayapal dan Raja Krishnamoorthi mewakili pengaruh komunitas yang semakin meningkat dalam membentuk kebijakan dan tata kelola AS.

Orang India Amerika juga memainkan peran penting dalam advokasi, menangani isu-isu seperti reformasi imigrasi, hak-hak minoritas, dan hubungan AS-India.

Partisipasi aktif mereka dalam kehidupan sipil dan politik menunjukkan komitmen untuk berkontribusi pada masyarakat Amerika yang lebih luas.

Diplomasi budaya dan kekuatan lunak

Diaspora India juga telah menjadi jembatan antara India dan Amerika Serikat, yang mendorong saling pengertian dan pertukaran budaya.

Melalui festival, kuliner, film, dan seni, orang India-Amerika telah membawa unsur-unsur budaya India ke dalam kesadaran arus utama Amerika. Acara-acara ikonik seperti perayaan Diwali di Gedung Putih melambangkan integrasi budaya ini.

Pembuat film, penulis, dan seniman asal India juga telah berkontribusi pada lanskap budaya Amerika, dengan menampilkan narasi yang beresonansi dengan khalayak India dan global.

Tokoh-tokoh terkenal seperti Mindy Kaling, Jhumpa Lahiri, dan M. Night Shyamalan merupakan contoh dari pencapaian artistik komunitas tersebut.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

DPR Minta Data WNI di Kawasan Konflik Diperbarui, Evakuasi Harus Disiapkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:17

Umat Diserukan Salat Gerhana Bulan dan Perbanyak Memohon Ampunan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:05

KPK Terus Buru Pihak Lain yang Terkait dalam OTT Bupati Pekalongan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:56

Putin dan MBS Diskusi Bahas Eskalasi Timur Tengah

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

MBG Perkuat Fondasi SDM Sejak Dini

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

Siap-siap Libur Panjang Lebaran 2026, Catat Jadwal Sekolah dan Cuti Bersama

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:45

Angkat Kaki dari BOP Keputusan Dilematis bagi Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:40

Sunni dan Syiah Tak Bisa Dibentur-benturkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:25

Perang Iran-AS Bisa Picu PHK Besar-besaran di Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:19

Melania Bicara Perlindungan Anak di DK PBB Saat Perang Iran Makin Panas

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:18

Selengkapnya