Berita

Panda Nababan/Net

Politik

Senior PDIP Singgung Kasus Blok Medan yang Tak Diproses KPK

SABTU, 11 JANUARI 2025 | 09:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Senior PDIP Panda Nababan angkat bicara perihal kasus Harun Masiku yang menyeret nama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka. 

Mulanya, Opung Panda, sapaan akrab senior PDIP itu, menegaskan bahwa partai berlambang banteng moncong putih semakin solid terhadap upaya kriminalisasi dan politisasi hukum yang menimpa partainya.

“Makin solid partai, ya. Kalau yang saya lihat secara keseluruhan di Indonesia, ambil contoh lah Riau misalnya, kemenangan peningkatan kita bukan main. Selama Republik berdiri, Riau belum pernah ada DPRD Riau dari PDIP.  Ketuanya, gitu. Itu contoh. Belum lagi kabupaten-kabupaten lain,” kata Opung Panda kepada wartawan usai menghadiri HUT ke-52 PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 10 Januari 2025.


Di sisi lain, Opung Panda menyebut bahwa “gangguan” yang dihadapi PDIP belakangan ini tidak ada apa-apanya ketimbang gangguan yang pernah dialami di era Orde Baru. 

“Dengan apa yang terjadi sama PDIP ini, lebih dari ini, kita alami lebih parah. Waktu Alexander Litai, dulu diculik,” tuturnya. 

“Jadi kalau ini (sekjen hasto) dipanggil-panggil KPK begini enggak? Enggak ada apa-apanya ini. Artinya lebih menderita dari ini sudah dialami PDI. Itu (Alexander Litai) sekjennya, lho. Itu sampai 10 hari hilang. Enggak tahu hidup atau mati,” imbuhnya menagaskan. 

Belum lagi, kata Opung Panda, peristiwa kerusuhan 27 Juli (Kudatuli) kala itu PDI kubu Suryadi mencoba merebut kepemimpinan yang sah Megawati Soekarnoputri. 

“Partai ini sudah melewati itu. Sudah mengalami itu. Di Serbu, udah 27 Juli. Di usir-usir dari kantor. Jadi kalau kesan saya, partai ini makin solid,” kenangnya. 

Lebih jauh, mengenai kasus hukum yang menimpa Hasto, Opung Panda justru merasa heran dengan KPK yang terkesan tebang pilih dalam melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi. Ia menyinggung kasus Blok Medan yang menyeret keluarga Joko Widodo (Jokowi). 

“Tanya ke KPK, Blok Medan diperiksa gak?” pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya