Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Wall Street Muram di Akhir Pekan, Dow Jones Terhempas 696,75 Poin

SABTU, 11 JANUARI 2025 | 08:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham-saham Amerika Serikat tersungkur di akhir pekan ini. Laporan ketenagakerjaan yang kuat meredam ekspektasi Wall Street terhadap pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). 

Payroll AS bertambah 256.000 bulan lalu, melampaui ekspektasi para ekonom yang memperkirakan kenaikan sebesar 155.000. Tingkat pengangguran, yang sebelumnya diperkirakan tetap di 4,2 persen, ternyata turun menjadi 4,1 persen. 

Dikutip dari Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 696,75 poin, atau 1,63 persen menjadi 41.938 pada penutupan perdagangan Jumat 10 Januari 2025, atau Sabtu pagi WIB. 


Indeks S&P 500 turun 1,54 persen menjadi 5.827. Sementara Nasdaq Composite melemah 1,63 persen ke level 19.161. 

Sebanyak sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor real estate dan keuangan memimpin penurunan dan masing-masing turun 2,46 persen dan 2,45 persen. Sementara itu, sektor energi berbalik arah dengan naik 0,34 persen.

Penurunan  ini membuat indeks utama mencatatkan kinerja negatif sepanjang tahun 2025.

Namun, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi sejak akhir 2023. 

"Berita ini baik untuk ekonomi tetapi tidak untuk pasar, setidaknya untuk saat ini," kata Scott Wren, ahli strategi pasar global senior di Wells Fargo Investment Institute. 

Para pedagang sangat yakin bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan di akhir Januari mendatang. 

Berdasarkan perdagangan di pasar futures dana Fed, mereka kini juga memprediksi bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret.

Saham-saham pertumbuhan, yang paling rentan jika kenaikan suku bunga, memimpin penurunan pada perdagangan sesi ini. 

Produsen chip Nvidia melemah 3 persen. AMD dan Broadcom masing-masing turun 4,8 persen dan 2,2 persen.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya