Berita

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno/Ist

Politik

Soal Virus HMPV, Pimpinan MPR: Jangan Dianggap Enteng, Utamakan Keselamatan Masyarakat

JUMAT, 10 JANUARI 2025 | 22:05 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang baru-baru ini merebak di China dilaporkan telah masuk ke Indonesia. Tercatat, semua kasus yang ditemukan melibatkan anak-anak.

Menyorot hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meminta Kementerian Kesehatan untuk tetap waspada terhadap penyebaran HMPV.

“Perlu ada antisipasi yang terukur dan tidak menganggap enteng. Apalagi belajar dari kasus Covid, kita paham bahwa imunitas masing-masing individu berbeda,” ujar Eddy kepada wartawan, Jumat 10 Januari 2024. 


Doktor Ilmu Politik FISIP UI ini menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan dan pihak terkait harus tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sebagai prinsip utama. 

“Dampak suatu penyakit bisa berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Jadi menurut saya daripada perdebatan berbahaya atau tidak berbahaya, jauh lebih baik memberikan kebijakan terukur mencegah penyebarannya,” tuturnya.

Selain soal pencegahan, Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai pemerintah juga perlu untuk mempersiapkan fasilitas layanan kesehatan khusus jika nantinya virus HMPV ini ternyata menyebar tidak terkendali.  

“Jangan sampai menunggu rumah sakit atau klinik-klinik di daerah penuh, baru kemudian fasilitas layanan kesehatannya disiapkan,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya