Berita

Ilustrasi (Foto: hipertextual.com)

Bisnis

iPhone 16 Masih Dilarang, Dolar Lengser dari Rp16.200

JUMAT, 10 JANUARI 2025 | 16:24 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SETELAH gagal menyeberang ke zona penguatan pada sesi perdagangan kemarin, kinerja nilai tukar Rupiah terlihat mencoba positif dalam menutup sesi perdagangan pekan ini, Jumat 10 Januari 2025. Mengawali sesi perdagangan pagi dengan melemah terbatas, Rupiah kemudian berangsur mengikis pelemahan untuk kemudian beralih di zona penguatan tipis.

Pantauan dari jalannya sesi perdagangan memperlihatkan, Rupiah yang sempat kembali terdampar hingga kisaran Rp16.233 per Dolar AS namun segera setelahnya mampu berbalik ke zona penguatan. Dolar AS kali ini terpantau lebih konsisten menjejak kisaran di bawah level psikologis nya di Rp16.200.

Kinerja lumayan Rupiah kali ini dilatari oleh sentimen domestik dari rilis data penjualan ritel yang dilaporkan tumbuh 0,9 persen pada periode November 2024 lalu. Pertumbuhan tersebut sesungguhnya melambat dibanding bulan sebelumnya. Namun minimnya sentimen regional dan global yang berkembang, membuat pelaku pasar mampu memaksimalkan sentimen tersebut untuk sedikit mengangkat nilai tukar Rupiah.


Sentimen domestik lain datang dari kebijakan dan langkah tegas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam menghadapi Apple. Sejumlah laporan yang beredar sebelumnya menyebut, pihak perwakilan raksasa teknologi AS, Apple yang telah mengajukan proposal investasi pembangunan pabrik Airtag di Batam senilai $1 milyar atau lebih dari Rp16 triliun sebagai imbalan diberikannya ijin penjualan produk iPhone 16.

Namun Menteri Agus menyatakan dengan tegas bahwa investasi pembangunan pabrik Airtag sebagai bukan masuk komponen utama HKT (handphone, komputer, tablet) dan oleh karenanya ijin penjualan iPhone 16 belum bisa diberikan.

Sementara sentimen secara keseluruhan di pasar Asia terkesan masih bervariasi, dengan kecenderungan bergerak di rentang sangat sempit. Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, mata uang Dolar Singapura, Dolar Hong Kong, Yuan China, Rupee India dan Baht Thailand masih berada di zona merah. Sedangkan Ringgit Malaysia, Peso Filipina bersama Rupiah mencoba bertahan di zona penguatan moderat.

Terkhusus pada Rupiah, hingga ulasan ini disunting tercatat diperdagangkan di kisaran Rp16.190 per Dolar AS atau menguat tipis 0,03 persen setelah sempat mencetak titik terkuatnya di kisaran Rp16.159 per Dolar AS. Kinerja positif Rupiah kali ini tak lepas dari rilis data penjualan ritel.

Prospek Rupiah dalam menjalani sesi perdagangan pekan depan, kini bergantung pada rilis data ketenaga kerjaan terkini AS, NFP (non-farm payroll) yang akan dilakukan pada Jumat malam nanti waktu Indonesia Barat. Namun sejumlah pihak meyakini, rilis data tersebut hanya akan menyajikan sentimen yang mixed.

Sementara pantauan terkini di pasar uang global juga memperlihatkan, kecenderungan untuk berbalik menguat sejumlah mata uang utama dunia usai mengalami keruntuhan di sesi perdagangan sebelumnya. Meski kisaran gerak balik penguatan yang terjadi dalam rentang sangat tipis, pelaku pasar menganggap tiadanya pijakan yang meyakinkan untuk melakukan tekanan jual lanjutan.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

Giliran Bendahara KONI Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:40

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

UPDATE

In Memorian Try Sutrisno: Pemikiran dan Dedikasi

Senin, 02 Maret 2026 | 18:14

Cek Jadwal One Way, Ganjil-Genap, dan Contra Flow Mudik Lebaran 2026

Senin, 02 Maret 2026 | 18:12

Lebaran di Ambang Kelangkaan BBM

Senin, 02 Maret 2026 | 18:04

Konflik Iran-Israel Bisa Bikin Harga BBM Naik

Senin, 02 Maret 2026 | 18:00

Benahi Tol Sumatera Jelang Mudik 2026

Senin, 02 Maret 2026 | 17:46

Budi Karya Sumadi Tiga Kali Mangkir Dipanggil KPK

Senin, 02 Maret 2026 | 17:28

Ayatollah Alireza Arafi dan Masa Depan Republik Islam Iran

Senin, 02 Maret 2026 | 17:13

Waka MPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Gejolak Selat Hormuz pada APBN

Senin, 02 Maret 2026 | 17:08

Adkasi Minta Evaluasi Kebijakan Transfer Keuangan Daerah

Senin, 02 Maret 2026 | 17:08

5 Destinasi Terbaik untuk Merayakan Cap Go Meh 2026 di Indonesia

Senin, 02 Maret 2026 | 16:59

Selengkapnya