Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Kinerja Samsung Melempem di Kuartal Keempat 2024, Laba Turun 29,2 Persen

RABU, 08 JANUARI 2025 | 15:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Samsung Electronics, raksasa teknologi asal Korea Selatan, mengumumkan penurunan laba operasional sebesar 29,2 persen menjadi 6,5 triliun Won (sekitar Rp72,8 triliun) pada kuartal keempat 2024 dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. 

Penurunan ini jauh lebih buruk dari yang diperkirakan, terutama disebabkan oleh penurunan yang tajam di industri chip memori.

Dikutip dari Nikkei Asia, Rabu 8 Januari 2025, pendapatan Samsung juga turun 5,2 persen menjadi 75 triliun Won (sekitar Rp835 triliun) pada periode yang sama. 


"Angka ini jauh lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan laba operasional sebesar 7,9 triliun Won dan pendapatan sebesar 77,4 triliun Won untuk periode Oktober-Desember," tulis laporan tersebut.

Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya produksi chip oleh produsen Tiongkok, yang menekan harga chip DRAM dan NAND, dua jenis chip yang diproduksi oleh Samsung. Selain itu, Samsung juga menghadapi tantangan dalam meningkatkan pasokan chip memori pita lebar (HBM) yang penting untuk kecerdasan buatan (AI). Masalah teknis membuat Samsung tertinggal dari pesaing lokalnya, SK Hynix, yang telah memasok chip HBM untuk perusahaan seperti Nvidia.

Namun, CEO Nvidia, Jensen Huang, memberikan dukungan terhadap Samsung saat pameran CES di Las Vegas, menyatakan bahwa dia "tidak ragu" Samsung akan berhasil di sektor HBM.

Analis mengatakan, penurunan laba Samsung dipicu oleh beberapa faktor, termasuk penurunan harga jual rata-rata chip DRAM dan NAND kelas bawah. Namun, biaya yang lebih tinggi untuk tenaga kerja dan penelitian juga turut berperan. 

"Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata dari chip komoditas DRAM dan NAND kelas bawah, tetapi faktor terbesar adalah peningkatan biaya internal perusahaan," ujar CW Chung, analis senior di Nomura.

Meskipun demikian, Samsung mencatatkan laba operasi yang melonjak 130,5 persen secara tahunan sepanjang tahun 2024, dengan pendapatan meningkat 10,7 persen. 

"Laba operasional Samsung sepanjang tahun 2024 melonjak 398,2 persen menjadi 32,7 triliun Won, sementara pendapatannya naik 15,9 persen menjadi 300,1 triliun Won," tambah laporan tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya