Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Kekhawatiran Pasokan dan Kebijakan Tiongkok Bikin Harga Minyak Naik

RABU, 08 JANUARI 2025 | 10:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Munculnya kekhawatiran karena terbatasnya pasokan dari Rusia dan Iran akibat sanksi Barat, serta perkiraan meningkatnya permintaan dari Tiongkok, membuat harga minyak mentah naik pada Selasa, 7 Januari 2025. 

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup pada 77,05 Dolar AS per barel, naik 75 sen atau 0,98 persen para perdagangan Selasa, atau Rabu 8 Januari 2025 WIB. 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup pada 74,25 Dolar AS per barel, meningkat 69 sen atau 0,94 persen. 


Analis pasar valuta asing, Razan Hilal, menyatakan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh para pedagang yang menantikan rencana stimulus ekonomi dari Tiongkok untuk mendorong pertumbuhan, di tengah persediaan yang terbatas pasca libur Natal dan Tahun Baru. 

“Meskipun pasar saat ini dalam kisaran tertentu, pasar mencatat keuntungan karena ekspektasi permintaan yang membaik didorong oleh lalu lintas liburan dan janji-janji ekonomi Tiongkok,” kata Hilal dalam catatannya.

Namun, ia menambahkan bahwa tren utama tetap bearish.

Sementara itu, analis UBS, Giovanni Staunovo, mengindikasikan bahwa beberapa pelaku pasar mulai mempertimbangkan risiko gangguan kecil pada ekspor minyak mentah Iran ke Tiongkok. 

Menurutnya, kekhawatiran mengenai pengetatan pasokan akibat sanksi telah meningkatkan permintaan minyak dari Timur Tengah, yang tercermin dari kenaikan harga minyak Arab Saudi untuk pengiriman Februari di Asia, menandai kenaikan pertama dalam tiga bulan.

Pada hari Senin di Tiongkok, Shandong Port Group mengeluarkan pemberitahuan yang melarang kapal-kapal minyak yang dikenai sanksi AS dari jaringan pelabuhannya, yang berpotensi membatasi akses kapal-kapal yang masuk daftar hitam ke terminal energi utama di pantai timur Tiongkok. 

Shandong Port Group mengawasi pelabuhan besar seperti Qingdao, Rizhao, dan Yantai, yang merupakan terminal utama untuk impor minyak yang dikenai sanksi.

Selain itu, cuaca dingin di AS dan Eropa telah meningkatkan permintaan minyak pemanas, meskipun kenaikan harga minyak dibatasi oleh data ekonomi global. 

Inflasi di zona Euro meningkat pada bulan Desember, namun penurunan ini diperkirakan tidak akan menghalangi pemotongan suku bunga lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya