Berita

IBL 2025 akan diramaikan oleh 11 pemain naturalisasi/Net

Olahraga

3 Stadion Baru dan 11 Pemain Naturalisasi Ramaikan IBL 2025

RABU, 08 JANUARI 2025 | 05:30 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Gong kompetisi bola basket profesional, Indonesia Basketball League (IBL) 2025, siap dimulai. Rencananya, IBL 2025 akan resmi dimulai pada Sabtu, 11 Januari 2025, di Bogor, Jawa Barat. Ada 3 stadion baru dan 11 pemain naturalisasi yang meramaikan kompetisi musim ini.

Direktur IBL, Junas Miradiarsyah menjelaskan, ada 14 tim peserta yang akan bertarung di ajang yang akan berlangsung hingga Juli tersebut.

Masing-masing tim akan menjalani 26 kali pertandingan di musim reguler dengan format home-away dengan total 203 pertandingan. Sementara untuk babak play-off tetap menggunakan sistem best of three.


"Ini tahun kedua format home-away dengan harapan format ini bisa memberi dampak lebih luas bagi masyarakat. Bukan hanya soal pertandingan tapi dampak ekonomi dan masyarakat ini yang kita tuju dari format ini," papar Junas di sela-sela penandatangan nota kesepahaman kerja sama IBL dengan Mandiri, di Jakarta, Selasa 7 Januari 2025.

Ditambahkan Junas, 14 tim ini nantinya menggunakan 14 lapangan. Di mana ada beberapa stadion baru yang disiapkan. Yakni di Bali (Bali United), lalu Pelita Jaya merenovasi stadion di Kuningan, dan Hangtuah menggunakan lapangan milik pemerintah di Ciracas, Jakarta Timur.

Menariknya, lanjut Junas, tim-tim sudah mulai berpikir untuk mendirikan stadionnya sendiri. 

"Mudah-mudahan ini yang kita harapkan dampaknya. Sekali lagi bukan hanya pertandingannya saja, tapi dampak dari secara luas. Kalau hal ini bisa terus berlanjut dan berkembang, fasilitas yang dimiliki tadi bisa berdampak bagi masyarakat dan minat bola basket semakin banyak," jelasnya.

Junas juga berharap IBL tahun ini bisa semakin membuka peluang untuk mencetak pemain-pemain muda yang jadi andalan di masa depan.

Terlebih, kompetisi kali ini juga mengalami penambahan pemain heritage dan naturalisasi. Mereka adalah Devon van Oostrum, Xavier Ford, Jamaar Johnson, Anthony Beane, Dame Diagne, Lester Prosper, Anthony Matten, Ebrahim Enguio Lopez, Serigne Modou, Leo Sakai, dan Franky Johnson.

"Tahun lalu ada empat pemain heritage dan naturalisasi. Tahun ini ada 11. Ini juga wujud dari komitmen kita. Tadi Pak Budisatrio (Ketum PP Perbasi) mengatakan IBL ini bukan hanya kompetisi semata tapi mencetak pemain muda masa depan dan membuat prestasi basket lebih baik lagi," pungkas Junas.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya