Berita

Ilustrasi (Foto: financialounge.com)

Bisnis

Indonesia Anggota BRICS, IHSG Berakhir Flat di 7.083

SELASA, 07 JANUARI 2025 | 16:22 WIB | OLEH: ADE MULYANA

LONJAKAN mengesankan sejumlah saham teknologi di bursa Wall Street terkesan gagal menghadirkan sentimen positif di bursa saham Indonesia. Laporan sebelumnya menyebutkan, kinerja Indeks Wall Street yang mulai beralih positif dengan sokongan sejumlah saham teknologi. Indeks DJIA ditutup flat alias turun sangat tipis 0,06 persen di 42.706,56, namun Indeks S&P500 melonjak 0,55 persen di 5.975,38 sedang Indeks Nasdaq melambung curam 1,24 persen setelah berakhir di 19.864,98.

Pesta gembira saham teknologi di AS memang cukup berdampak pada bursa saham Asia, di mana sejumlah saham teknologi di Jepang dan Korea Selatan membukukan penguatan signifikan. Bursa saham Jepang bahkan memimpin optimisme di Asia dengan Indeks Nikkei mencetak lonjakan tertajam di tengah minimnya sentimen regional yang tersedia.

Namun situasi berbeda mewarnai jalannya sesi perdagangan di Jakarta. Usai secara mengesankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan lonjakan tajam di sesi awal tahun, sikap optimis pelaku pasar cenderung mereda. Gerak IHSG kemudian menyisir zona merah dan kemudian berlanjut hingga sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa 7 January 2025.


Pantauan lebih rinci menunjukkan, kinerja IHSG yang konsisten menjejak di rentang terbatas di sepanjang sesi hari ini. IHSG berupaya menjangkau zona penguatan terbatas dalam mengawali sesi perdagangan pagi, namun dengan mudah terseret ke zona penurunan moderat. Tiadanya sentimen domestik yang tersedia, membuat pelaku pasar jatuh dalam keraguan. Gerak IHSG akhirnya berpindah pindah dari zona hijau ke merah dan sebaliknya.

IHSG kemudian menutup sesi perdagangan sore dengan flat atau naik sangat tipis 0,04 persen di 7.083,28. Atau bertahan di bawah level psikologis nya di kisaran 7.100. kinerja lesu IHSG juga tercermin pada pola gerak saham unggulan yang bervariasi dan terjebak di rentang terbatas.

Sejumlah saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan berakhir merah, seperti: BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, TLKM, PGAS, PTBA dan ICBP. Sementara sejumlah saham unggulan lain mampu bertahan positif, seperti: ASII, ADRO, INDF dan UNTR.

Laporan dari jalannya sesi perdagangan di Jakarta memperlihatkan, investor yang mendapatkan sentimen minor dari kabar masuknya Indonesia dalam kelompok negara-negara berkembang BRICS sebagai anggota penuh. 

BRICS yang diprakarsai oleh lima negara berkembang dengan kinerja perekonomian paling moncer yaitu: Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan, selama ini dikenal sebagai upaya menandingi kelompok negara-negara maju yang terlalu dominan dalam tatanan perekonomian global.

Namun secara keseluruhan, sikap ragu pelaku pasar di Jakarta lebih dilatari upaya mengantisipasi rilis data perekonomian nasional terkini yang diagendakan mulai Rabu besok menyangkut data cadangan devisa.

Sementara pantauan dari jalannya sesi perdagangan di Asia menunjukkan, kinerja Indeks yang seragam menjejak zona positif. Seiring dengan Lonjakan saham-saham teknologi di Wall Street, bursa saham Jepang mencetak lonjakan tajam dengan Indeks Nikkei melambung 1,97 persen setelah menutup sesi di 40.083,3. 

Gerak positif  juga terjadi pada indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menutup sesi dengan naik moderat 0,14 persen di 2.492,1 usai sempat melambung hingga kisaran 1 persen. Sedangkan Indeks ASX200 (Australia) menguat 0,34 persen di 8.285,1.

Laporan juga menyebutkan, kinerja saham perusahaan raksasa teknologi China, Tencent yang ambruk curam hingga kisaran 8 persen di bursa saham Hong Kong. Keputusan pemerintahan AS yang memasukkan perusahaan tersebut sebagai terkait dengan militer China menjadi sebab runtuhnya harga saham Tencent.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya