Berita

Ilustrasi jemaah haji/Ist

Nusantara

Dibayar Rakyat, Petugas Haji Harus Miliki Rasa Tanggung Jawab Moral

SELASA, 07 JANUARI 2025 | 07:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah agar menyeleksi petugas haji secara ketat untuk dapat menjaga hak jemaah haji, sehingga dapat melaksanakan ibadah sebaik-baiknya.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Syamsurijal meminta pokok keabsahan pelaksanaan ibadah haji agar diperhatikan dengan seksama. 

“Yang paling penting mengenai rukun ibadahnya, makanya petugas-petugas yang diangkat Kemenag oleh panitia penyelenggara haji itu harus betul-betul punya tanggung jawab secara moral. Karena dia dibayar oleh negara, dibayar oleh rakyat," kata Cucun kepada wartawan, Selasa 7 Januari 2025.


“Petugas yang berangkat ke sana harus membimbing pelaksanaan ibadah jemaah, jadi harus juga bisa memastikan dari sisi ibadahnya,” sambungnya.

Legislator dari Fraksi PKB ini juga berharap pemerintah dapat melobi Arab Saudi agar Indonesia mendapat tambahan kuota haji. 

Namun, Cucun mengingatkan agar tambahan kuota digunakan untuk haji reguler sehingga antrean tunggu haji dapat semakin berkurang.

“Kita punya harapan sih ada tambahan kuota, pemerintah bisa negosiasi ada tambahan lagi kuota sehingga memperkencil antrean. Jadi lebih banyak lagi untuk yang punya kesempatan sekarang berangkat ibadah haji,” kata Cucun.

Ia menambahkan, pemerintah harus memperhatikan kondisi jemaah yang tidak mampu berangkat agar antre sesuai urutan.

“Tapi kuota ini harus urut kacang. Misalkan ada yang tidak mampu berangkat, jangan loncatnya ke tahun yang masih baru tapi sesuai urutan,” demikian Cucun.



Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya