Berita

KPU Kota Pekalongan memastikan tidak ada gugatan terkait hasil Pilkada 2024/Istimewa

Politik

Pilwalkot Pekalongan 2024 Aman dari Gugatan

SELASA, 07 JANUARI 2025 | 05:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

RMOL.  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan memastikan tidak ada pengajuan gugatan perselisihan hasil Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Pekalongan 2024 yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua KPU Kota Pekalongan, Fajar Randi Yogananda mengungkapkan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, peserta pemilu memiliki waktu tiga hari untuk mengajukan gugatan setelah penetapan hasil suara pada 3 Desember 2024. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan pada 6 Desember 2024 lalu, tidak ada gugatan yang diajukan ke MK.

"Alhamdulillah pelaksanaan Pilkada berjalan kondusif. Di Kota Pekalongan, tidak ada gugatan ke MK," ucapnya saat dikonfirmasi RMOLJateng via telepon, Senin 6 Januari 2025.


Menurutnya, KPU Kota Pekalongan telah melewati berbagai tahapan termasuk pemungutan suara dalam pelaksanaan Pilkada 2024 untuk pemilihan Walikota-Wakil Walikota Pekalongan.

Selain itu, lanjut Fajar, KPU secara bertahap melakukan rekapitulasi perolehan suara untuk Pilkada 2024 mulai dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS), hingga rapat pleno terbuka tingkat Kota Pekalongan.

“Alhamdulillah semua tahapan berjalan lancar dan tidak ada kendala,” ujarnya.

Dengan tidak adanya gugatan, KPU Kota Pekalongan saat ini tengah melanjutkan proses penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota terpilih dalam Pilkada 2024.

"Surat resmi nanti bagi yang tidak ada gugatan akan dilanjutkan dengan penetapan, yang ada gugatan penetapan ya menunggu persidangan. Kami masih menunggu surat resmi MK melalui KPU RI. Untuk pelantikan masih menunggu arahan KPU RI," tandasnya.

Berdasarkan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kota Pekalongan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan pada 3 Desember 2024 lalu, Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan nomor urut 02, HA Afzan Arslan Djunaid-Balgis Diab (Aaf-Balgis), dinyatakan unggul telak setelah meraih 99.949 suara.

Sementara, Paslon nomor urut 01, H Muhtarom-Makmur Sofyan Mustofa (Utama), meraih 66.219 suara. Bahkan, dari hasil rekapitulasi KPU tersebut, diketahui Paslon Aaf-Balgis menyapu bersih keunggulan di empat kecamatan yang ada di Kota Pekalongan.

Di wilayah Pekalongan Barat, Aaf-Balgis mendapatkan 31.232 suara, Utama 20.158 suara. Wilayah Pekalongan Timur, Aaf-Balgis 22.775 suara, Utama 14.388 suara. Kemudian, Wilayah Pekalongan Utara, Aaf-Balgis 27.520 suara, Utama 14.198 suara, dan Wilayah Pekalongan Selatan, Aaf-Balgis 18.422 suara, Utama 17.475 suara.

Sementara, total suara sah seluruhnya mencapai 166.168 suara, sementara suara tidak sah berjumlah 9.691 suara.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya