Berita

Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto bersama Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) TNI Angkatan Laut, Laksmana Madya Denih Hendrata, dalam jumpa pers di Markas Komando Armada (Koarmada), Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin, 6 JanuariĀ 2024/RMOL

Presisi

Kapolda Banten: Penembakan Oknum TNI AL di Tol Tangerang Berkaitan Penggelapan Mobil Curian

SENIN, 06 JANUARI 2025 | 18:26 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penembakan di Rest Area Kilometer 45 Tol Tangerang-Merak oleh terduga pelaku oknum TNI Angkatan Laut, ternyata berkaitan dengan kasus penggelapan mobil curian.

Fakta tersebut diungkap Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto, dalam jumpa pers di Markas Komando Armada (Koarmada), Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2024.

"Kam menyampaikan hasil penyidikan yang telah kami lakukan, tentunya atas koordinasi bersama dengan pihak Puspomal TNI Angkatan Laut, karena kejadian yang berakhir adanya penembakan itu bermula dari kasus penggelapan terhadap sebuah kendaraan yang ditangani oleh Polda Banten," ujar dia.


Ario mengatakan, kasus penggelapan itu dilaporkan ke Polsek Rajeg, Polres Kota Tangerang tanggal 2 Januari 2025, oleh Agam Muhammad Nasruddin, yang tinggal di daerah Taman Raya Rajeg, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

"Waktu dan tempat kejadian penggelapan ini adalah di CV Makmur Raya, tempat rental kendaraan. Pukul 00.15 WIB, dilakukan penyewaan di Taman Raya Rajeg, Blok I, 15, RT 015, RW 005, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang," urainya.

Dia memaparkan, mobil yang disewa oleh pria berinisial AS itu adalah Honda Brio warna orange dengan nomor polisi B2694KZO. Namun, mobil itu dipindahtangankan ke orang lain yang membuat skenario pencurian.

"Setelah dia (AS) menyewakan, diserahkan pada saudara IH yang saat ini masih DPO. Kemudian saudara IH ini bukan hanya dia dititipkan kendaraan oleh AS saja, tapi juga dia menyiapkan KTP Palsu dan KK Palsu atas nama AS. Ya tentunya ini sebagai syarat dokumen penyewaan kendaraan," katanya.

Ketika mobil yang disewa itu sudah di tangan IH, Ario menuturkan bahwa mobil itu diserahkan kepada seorang berinisial RH yang juga bagian dari penadah kendaraan bermotor curian, yang kemudian dijual kembali kepada seseorang berinisial IS dengan harga Rp23 juta.

"Kemudian dari saudara IS, baru diserahkan atau dijual kepada saudara AA, Oknum TNI Angkatan Laut melalui saudara SJ, harganya sudah naik, dinaikkan menjadi Rp40 juta," ujarnya.

Dari rangkaian penggelapan mobil curian itu, Arion kemudian mendapati dari hasil penyidikannya bahwa mobil Brio ini setelah dikuasai oleh oknum anggota TNI AL dibawa ke daerah Sukabumi.

"Dan di dalam kendaraan itu sudah terpasang tiga GPS. Satu GPS masih aktif, dua di GPS ini sudah tidak aktif. Karena dua GPS ini mati, maka si pemilik rental, saudara Agam, dan ayahnya, dan juga staff-nya, keluarganya, melakukan pencarian secara sendiri, secara mandiri," jelas Ario.

"Sehingga menemukan informasi kalau mobil ini ada di sekitar Pandeglang. Kemudian dilakukan pencarian ke arah sana secara mandiri, sampai dengan kendaraan ini berpindah tempat, sampai di Kilometer 45, di Indomaret Kilometer 45," sambungnya.

Pada akhirnya, tim penyidik Polda Banten menyimpulkan adanya keterkaitan antara kasus penembakan oknum TNI AL dengan kasus penggelapan mobil curian yang telah dilaporkan.

"Di situlah terjadi upaya perampasan atau pengambilalihan dari pihak rental. Tapi karena adanya situasi yang agak tarik-menarik di sana, sehingga terjadilah penembakan," demikian Ario menambahkan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya