Berita

Budidaya patin/Ist

Bisnis

Permintaan Tinggi, Olahan Lele dan Patin Bisa Hasilkan Cuan Besar

MINGGU, 05 JANUARI 2025 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya meningkatkan nilai tambah produk cat fish (lele dan patin) Indonesia dengan membangun sinergitas ekosistem usaha di hulu dan hilir. 

Sinergi ini ditandai lewat penandatanganan Nota Kesepakatan antara Asosiasi Pengusaha Cat fish Indonesia (APCI) dengan Asosiasi Pengusaha Jasa boga Indonesia (APJI) pada akhir Desember lalu.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Budi Sulistiyo mengungkapkan cat fish merupakan komoditas penting perikanan budidaya Indonesia. Data KKP menunjukkan produksi lele secara nasional tahun 2023 mencapai 1,14 juta ton sementara patin mencapai 348 ribu ton, atau sekitar 27 persen dari total produksi perikanan budidaya di luar rumput laut.


“Preferensi konsumen dalam rumah tangga secara nasional untuk cat fish adalah 11,02 persen berada di peringkat 3, setelah kelompok TCT (Tuna-Cakalang-Tongkol) dan Tilapia (Nila-Mujair)," kata Budi dalam keterangannya, Sabtu, 4 Januari 2024.

Direktur Pengolahan Ditjen PDS, Widya Rusyanto mengatakan nota kesepakatan antara APCI dan APJI merupakan tindak lanjut hasil diskusi seminar cat fish day yang diselenggarakan di Semarang pada 7 November 2024. Kala itu, APJI menyampaikan bahwa permintaan produk cat fish untuk katering sangat besar namun terkadang produknya belum memenuhi standar, khususnya terkait glazing. 

"Nah kebutuhan ini direspons APCI sebagai produsen dan menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan tersebut," tutur Widya.

Melalui kerjasama ini, Widya juga mendorong penggunaan produk olahan cat fish dalam program makan bergizi mengingat APJI sebagai konsultan gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Terlebih selain nutrisinya baik, lele dan patin juga disukai oleh masyarakat.

"Penting diperhatikan untuk produk yang ditawarkan harus tanpa duri sehingga mudah untuk dikonsumsi," jelasnya.

Ketua Umum APCI, Susilo Hartoko menyebut kepengurusan organisasinya telah menjangkau 20 Provinsi di seluruh Indonesia. Dia menegaskan kesiapannya untuk mendukung sekaligus memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi, baik dari sisi spesifikasi, kualitas, serta kontinuitas pasokan. 

Selain itu, APCI telah membentuk Koperasi Produsen dan Pemasaran sebagai wadah usaha dan bentuk pengawasan standar produk cat fish yang dihasilkan. Ke depan, Hartoko berencana membuat semacam sentra gudang beku di lokasi-lokasi yang strategis agar produk-produk anggotanya dapat didistribusikan dengan baik ke sejumlah wilayah.

"APCI siap menjamin kualitas produk baik di sisi hulu maupun sisi hilir sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan komoditas lainnya," tutur Hartoko. 

Sementara Sekjen APJI, Ariguna Napitupulu menyambut baik kerjasama tersebut mengingat saat ini APJI memiliki sekitar 3.000 anggota yang tersebar di 30 provinsi. Dia menyebut anggotanya  rutin menggunakan produk-produk cat fish. 

Ariguna juga menyebut APJI sebagai trainer calon kepala dapur Badan Gizi Nasional (BGN) akan memberikan materi mengenai cat fish sebagai sumber protein yang baik bagi para calon kepala dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

"Kami (APJI) juga memiliki chef profesional termasuk celebrity chef yang dapat diberdayakan membuat resep produk cat fish yang sesuai selera masyarakat," ujar Arinapit.

Sebagai informasi, KKP telah mendukung pelaksanaan beberapa ujicoba atau simulasi di beberapa lokasi yang penentuan menunya dikonsultasikan dengan ahli gizi SPPG BGN. Dalam uji coba tersebut, beberapa lokasi menggunakan fillet patin sebagai sumber protein, yang menunjukkan bahwa produk cat fish sesuai dengan kriteria program Makan Bergizi baik dari sisi nutrisi maupun harga.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya