Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Dolar AS Berkibar, Euro Terjerembab

JUMAT, 03 JANUARI 2025 | 10:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS terbang ke level tertinggi dalam dua tahun di hari pertama perdagangan 2025. 

Dikutip dari Reuters, indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, terakhir melonjak 0,77 persen menjadi 109,38 pada perdagangan Kamis 2 Januari 2025 waktu setempat.

Federal Reserve mengisyaratkan bahwa mereka akan lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga karena inflasi tetap berada di atas target tahunan 2 persen dan ekonomi tetap kuat. 


Kebijakan Donald Trump yang akan dilantik beberapa minggu ke depan juga diprediksi dapat meningkatkan pertumbuhan dan berpotensi menambah tekanan harga ke atas.

Analis memprediksi Dolar AS tetap menguat di tahun ini. 

"Tidak ada saingan bagi Dolar," kata Adam Button, Chief Currency Analyst ForexLive, Toronto.

"Arus modal mendominasi pergantian tahun dan pasar saham Amerika benar-benar mempermalukan setiap pasar global lainnya," tambah Button. 

Dolar adalah satu-satunya mata uang yang bisa diandalkan sampai terjadi kemerosotan nyata dalam ekonomi AS menurutnya.

Data yang dirilis Kamis mengonfirmasi pasar kerja yang masih solid. Jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam delapan bulan, pekan lalu, yang menunjukkan rendahnya PHK pada akhir 2024.

Dolar menguat 0,47 persen menjadi 157,61 Yen Jepang.

Dolar mencapai level tertinggi dalam lima bulan di atas 158,09 Yen pada pekan lalu atau akhir  Desember, yang berpotensi memberikan tekanan pada Bank of Japan. 

Euro anjlok 1,01 persen menjadi 1,025 Dolar AS. Ini adalah level terendah sejak November 2022.

Mata uang tunggal tersebut mempercepat kerugian setelah jatuh ke bawah level 1,03 Dolar AS, yang memperlihatkan bahwa faktor teknikal memperdalam aksi jual.

Ini membuat trader lebih berhati-hati dan mengantisipasi pemotongan suku bunga yang dalam dari Bank Sentral Eropa pada 2025.

Poundsterling juga anjlok 1,19 persen menjadi 1,2368 Dolar AS. Ini juga menjadi level terendah sejak April tahun lalu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya