Berita

Kolase Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ketujuh RI Joko Widodo/RMOL

Politik

Prabowo Peduli ke Rakyat Kecil, Jokowi Berpihak ke Borjuis

JUMAT, 03 JANUARI 2025 | 03:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Imbas pembatalan pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen oleh pemerintah pada 31 Desember 2024 lalu, berbuah apresiasi besar dari banyak kalangan kepada Presiden Prabowo Subianto.

PPN 12 persen hanya berlaku bagi barang dan jasa mewah, sementara lainnya tetap di angka 11 persen.

Menurut Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, pembatalan tersebut merupakan sikap kenegarawanan Prabowo yang peduli terhadap nasib rakyat kecil. 


“Ini bukti Prabowo sebagai pemimpin yang sangat peduli terhadap aspirasi masyarakat. Di era Jokowi sangat berbeda jauh, kepedulian Jokowi sangat kecil (ke rakyat), kalau dia hanya peduli pada kaum elite dan kelompok borjuis saja,” kata Jerry kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 2 Januari 2025.

Ketentuan naiknya PPN 12 persen di 2025 merupakan produk UU Nomor 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang disahkan di era Jokowi.  

Namun dengan tegas, pemerintahan Prabowo hanya menetapkan PPN 12 persen pada barang dan jasa mewah saja.

“Ini adalah kemenangan buat rakyat Indonesia. Belum lagi akan ada subsidi beras 10 Kg, dan pengurangan biaya listrik. Saya nilai Prabowo pemimpin yang tulus dan amanah yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Lanjut Jerry, di masa pemerintahan yang belum genap 100 hari, Prabowo sudah banyak memberikan perhatian kepada kepentingan rakyat.

“Saya bisa samakan Prabowo dan Donald Trump memiliki sikap kenegarawanan dan patriot. Selain keduanya cerdas dan memiliki konsep dan ide cemerlang membangun dan memajukan negara,” ungkapnya lagi.

Di lain sisi, Jerry mendorong Prabowo untuk menerapkan hukuman berat bagi para pengusaha berpendapatan besar yang tidak taat membayar pajak alias pengemplang pajak.

“Saya sarankan agar program kejar pajak atau pengemplang pajak perlu dilakukan, audit kekayaan dan banyak yang menyembunyikan usaha mereka. Dan kalau perlu pajak yang bergerak dalam dunia usaha sumber daya alam perlu dioptimalkan,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya