Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Pengamat Sosial Apresiasi Usulan Anak Sekolah Libur Selama Ramadan

KAMIS, 02 JANUARI 2025 | 00:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan anak sekolah libur selama Bulan Ramadan. Hal itu dimaksudkan agar anak sekolah yang beragama Islam dalam fokus menjalankan ibadah puasa.

Pengamat sosial, ekonomi dan keagamaan Anwar Abbas mengapresiasi langkah Kemenag tersebut. Dengan begitu, anak-anak dalam mengetahui kesucian bulan puasa. 

“Tetapi itu bukan berarti anak-anak tidak belajar dan tidak akan mendapatkan pendidikan. Mereka tetap mendapatkan pendidikan dan menempuh proses pembelajaran yang dipantau dan diawasi oleh sekolah melalui media online tetapi tempatnya dipindah dari sekolah ke rumah dan ke tengah-tengah masyarakat,” kata Anwar dalam keterangannya, Rabu, 1 Januari 2025.


Menurut dia, hal ini penting dilakukan supaya anak-anak, orang tua dan masyarakat juga benar-benar tahu dan memahami dengan baik bahwa tempat pendidikan dan pembelajaran itu bukan hanya di sekolah.

“Oleh karena itu saya setuju sekali dengan gagasan dari Kemenag tersebut asal saja pihak sekolah secara aktif melalui media online dan digital memberi arahan dan penilaian terhadap anak, orang tua dan masyarakat agar program itu benar-benar bisa berjalan dengan baik,” jelasnya. 

lanjut dia, ada beberapa jenis kecerdasan dan keterampilan yang ingin didapatkan dari sang anak selama libur puasa, yaitu terbentuknya kecerdasan spiritual, misalnya mereka salat lima waktu dan mengaji di masjid.

“Kemudian kecerdasan sosial, mereka terlibat dan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan sosial seperti membersihkan masjid, lingkungan dan lain-lain. Selanjutnya dalam seni budaya, mereka dilibatkan dan terlibat dalam grup-grup kesenian terutama terkait seni yang bersifat religius. Bahkan kita harapkan keterampilan seni mereka bisa dipertontonkan dalam acara nuzulul quran misalnya,” beber Anwar.

Masih kata dia, selanjutnya terkait kecerdasan ekonomi dan bisnis. Anak-anak diharapkan bisa terlibat dalam kegiatan produksi dan bisnis misalnya dengan membuat dan menjual makanan serta minuman untuk berbuka.

“Kemudian kecerdasan politik dan hukum. Artinya anak-anak harus mendengar ceramah-ceramah  yang sudah  dibuat oleh pihak Kemenag melalui medium youtube tentang arti pentingnya politik dan hukum bagi kehidupan masyarakat dan bangsa,” ungkap dia.

Selanjutnya terkait kesehatan dan olahraga. Artinya anak-anak harus dibuat tahu tentang arti pentingnya kesehatan bagi mereka dan perlunya berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.

“Untuk itu pihak Kemenag dan sekolah sebaiknya mengkomunikasikan gagasan ini dengan anak-anak,  orang tua dan masyarakat, lingkungan supaya proses penyelenggaraan program ini diharapkan dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya. 

“Adapun mengenai tujuan, materi, metode, proses belajar mengajar dan cara mengevaluasi program ini haruslah dipersiapkan panduannya oleh Kemenag dan pihak sekolah agar program libur puasa tersebut benar-benar berarti dan bermakna tidak hanya bagi sang anak tapi juga bagi orang tua dan masyarakat serta sekolahnya,” pungkas Anwar.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya